Pelaku Bom Solo Seperti Lone Ranger

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 07 Juli 2016, 22:40 WIB
Pelaku Bom Solo Seperti <i>Lone Ranger</i>
ilustrasi/net
Kecil Besar
RMOL. Serangan Bom Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Selasa Kemarin disinyalir merupakan pesan ancaman yang tertuju kepada Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Presiden berencana melaksanakan Shalat Idul Fitri di kampung halaman di Solo setelah dari kunjungannya di Padang, Sumatera Barat.

Pengamat terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo berpandangan lain. Analisa dia, pesan yang ditujukan dalam serangan teror tersebut bukan kepada Presiden Joko Widodo.

"Targetnya memang polisi," ungkapnya saat dihubungi, Rabu (7/7)

Mardigu menilai, efek bom bunuh diri yang dilalukan kemarin juga tidak memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat. Menurutnya masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa, tanpa terpengaruh oleh serangan bom bunuh diri di Mapolresta Solo.

"Kita mensurvei tidak langsung efeknya ke masyarakat. Jadi kita berkesimpulan memang targetnya ke hanya Mapolresta, hanya polisi," ujarnya

Terkait pelaku yang diduga kelomopok jaringan teroris Santoso, Mardigu menilai pelaku merupakan salah satu dari ratusan simpatisan ISIS yang kembali ke tanah air. Menurutnya, pelaku mengunakan pembiayaan sendiri

"Bukan jaringan Santoso. Dia (pelaku)jaringan Suriah, jadi dia bukan jaringan imamah, seperti Santoso. Lebih ke Lone Ranger, ke gaya ISIS tapi biaya sendiri. Dan ini lebih ditakuti, karena, Santoso kan ada sekitar 30-40 orang penggeraknya, tapi mantan ISIS yang pulang dari Suriah ini bisa 175 orang. Ini yang harus di antisipasi yang pulang, sebentar lagi mungkin ada yang pulang ada sekitar 300 orang," ujarnya.

Sebelumnya, dikabarkan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Solo merupakan peringatan atau warning yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut diungkapkan, Mantan Kabais TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto saat berbincang dengan wartawan.

Soleman juga menilai pelaku bukanlah dari kelompok ISIS melainkan kelompok teror lokal di Indonesia. Menurutnya tidak menutup kemungkinan, kelompok tersebut adalah jaringan Santoso yang hingga kini masih dalam pengejaran pihak Kepolisian. [sam]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA