Menurut pengamat terorisme, Mardigu Wowiek Prasantyo, kejadian teror di Mapolsekta Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/7) kemarin merupakan salah satu simpatisan ISIS yang terus melancarkan aksi teror kepada Kepolisian.
"Ini lebih diantisipasi, jaringan Santoso sekitar 30-40 orang, tapi kalau mantan ISIS yang pulang dari Suriah ini 175 orang. Sebentar lagi mungkin ada sekitar 300 yang pulang," ungkapnya saat dihubungi, (7/7).
Mardigu menilai, kelompok teroris di Indonesia sebenarnya sudah mulai menyusut, namun ancaman teror terus digencarkan oleh kelompok-kelompok tersebut terus dilancarkan baik dari kelompok lokal maupun simpatisan ISIS yang kembali ke Indonesia.
Menurutnya dengan adanya UU terorisme yang baru, ancaman teror dari kelompok-kelompok tersebut bisa diminimalisir.
"Yang saya harapkan bisa lebih cepat dirampungkan (UU Terorisme). Nanti bisa digunakan dalil hukumnya, untuk anaman-ancaman dari orang yang pulang tadi. Kalau tidak seperti sekarang ini, teman-teman di lapangan sudah dapat informasinya tetapi tidak bisa menangkap," pungkasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: