
Upaya pemulangan para pengungsi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) terus dilakukan pemerintah melalui jalur laut. Setidaknya sudah tiga kapal dikerahkan untuk mengangkut 1.886 orang pengungsi yaitu KRI Teluk Gilimanuk, KRI Tekuk Banten, dan KRI Teluk Bone.
Masih tersisa 984 orang pengungsi eks anggota Gafatar di Pontianak, Kalimantan Barat, yang belum berhasil dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Untuk itu pihak TNI-AL kembali mengirimkan satu kapal Landing Ship Tank.
"TNI-AL menambah satu kapal jenis LST yaitu KRI Teluk Penyu untuk mengangkut sisa eks anggota Gafatar yang tersisa sekitar 984 orang," ujar Kadispenal Laksma TNI M Zainudin beberapa saat yang lalu (Rabu, 27/1).
Kadispenal menambahkan, KRI Teluk Penyu sudah bertolak sejak kemarin siang (Selasa, 26/1), dari Surabaya menuju Pontianak. Saat ini KRI Teluk Penyu tengah melintasi laut Jawa dan diharapkan besok tiba di pelabuhan Dwikora Pontianak.
Sebelumnya KRI Gilimanuk pada telah mengangkut 351 orang eks anggota Gafatar dengan tujuan Semarang, KRI Teluk Banten mengangkut 712 orang pengungsi dengan tujuan Tanjung Priok Jakarta, dan KRI Teluk Bone membawa 823 orang eks anggota Gafatar dengan tujuan Tanjung Priok Jakarta.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: