
Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan bahwa TNI akan mengambil langkah-langkah tertentu bila kondisi tidak aman di Pilpres mendatang.
Bila ada kevakuman penanganan oleh kepolisian maka TNI tidak akan melakukan pembiaran demi tegaknya NKRI. Hal itu karena TNI tidak punya kepentingan politik apapun.
Hal itu ditegaskan Panglima TNI usai menjadi inspektur upacara dalam apel kesiapan pasukan pengamanan pemilihan presiden di Parkir Timur Senayan, Jakarta, yang diikuti tiga satuan pasukan khusus TNI dan Kostrad, serta Kodam Jaya.
"Jangan banyak yang meninggalkan Indonesia karena TNI akan memberikan rasa aman kepada masyarakat," imbau Jenderal TNI Moeldoko, Senin (7/7).
Panglima TNI juga menegaskan bahwa para komandan pasukan khusus akan berikrar di hadapan masyarakat Indonesia untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Situasi "Siaga 1" diberlakukan mulai tanggal 6 Juli dan akan dicabut tergantung situasi. Bisa satu bulan atau dua bulan.
"Komando operasi hanya ada satu di tangan Panglima TNI, dan TNI sudah memetakan daerah-daerah yang rawan," tegasnya.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: