Sejak dua tahun terakhir, Federer memang pilih-pilih turnamen mengingat usianya yang telah mencapai 36 tahun. Federer tidak lagi tampil di musim tanah liat, yang kurang menguntungkan bagi dirinya dan didominasi Nadal.
Di sisi lain, Nadal telah kemÂbali ke performa terbaik setelah mengalami kesulitan akibat cedÂera sejak 2015. Meski terhenti di semifinal Wimbledon, petenis kidal Spanyol itu sukses menÂjuarai Prancis Terbuka untuk kesebelas kalinya.
Kedua petenis belum lagi saling bertemu sejak Shanghai Masters 2017. Ada harapan Federer dan Nadal saling berduel lagi di Rogers Cup, yang dimulai pada 6 Agustus. Namun, peraih 20 gelar Grand Slam ini justru mundur.
Padahal turnamen akan diikuti oleh petenis-petenis top lainnya seperti Novak Djokovic, juara bertahan Alex Zverev, Juan Martind del Potro, Marin Cilic, bahkan Andy Murray yang lama absen karena cedera. Meski begitu, Federer menegaskan dirinya semata ingin melindungi fisiknya.
"Bagiku, ini tentang sesuatu yang lebih daripada duel-duel melawan Nadal; ini berarti kesÂehatan dan kegembiraan dalam tenis. Tujuan utamaku adalah memenangi banyak gelar: ituÂlah mengapa angka-angka dan rekor-rekor nomor dua," kata Federer di
Daily Express. "Terasa spesial bagiku, secara pribadi, berada di dalam sejarah dari olahraga favoritku. Saat masih bocah, aku tidak pernah terpikir aku akan masuk buku rekor," sambung pemilik rekor terbanyak titel Grand Slam ini.
"Tujuanku saat itu adalah agar bisa menjadi petenis sebaik mungkin, berharap berada di panggung-panggung terbesar dunia, mungkin berjumpa denÂgan idola. Dan ya, mengangkat trofi tapi tidak untuk mencapai angka-angka itu," tambahnya.
"Itulah mengapa kegembiÂraanku di dalam tenis tetap masih besar karena di dalam diriku aku selalu memijak bumi, aku tahu: ini tidak wajar, ini tidak nyata. Tapi aku menerimanya dan aku menganggapnya sebagai tanÂtangan untuk mempertahankan titel-titel juara atau mengangkat beberapa trofi," Federer menyuÂdahi. ***
BERITA TERKAIT: