"Event ini tinggal beberapa hari lagi digelar. Jadi masyarakat bisa berpartisipasi melalui beragam promosi melalui media sosial," kata Moeldoko dalam acara Ngopi Bareng Penggiat Media Sosial dan Kepemudaan di Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Sembari menikmati kopi dan roti bakar, suasana diskusi pun semakin menghangat. Moeldoko kembali menerangkan, peran aktif juga dibutuhkan masyarakat saat kejuaraan multievent berlangsung. Sebab, support langsung masyarakat di venue sangat dibutuhkan atlet yang berjuang.
“Gema Asian Games memang harus kuat, d isamping itu masyarakat juga harus mendukung prestasi yang sedang dibidik. Di Asian Games kali ini, Indonesia menargetkan posisi sepuluh besar. Untuk itu, diimbau agar masyarakat datang langsung ke stadion guna memberikan dukungan," ujar Moeldoko.
Selain prestasi gemilang, penyelenggaraan Asian Games juga harus sukses. Moeldoko pun berpesan kepada masyarakat agar selalu bersikap ramah pada kontestan Asian Games dan para pendukungnya. Harapannya, kesan santun dan hangat yang diterima para tamu mancanegara menjadi cerita yang juga disebarkan di negara asalnya.
"Kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Ramah tamah dan hormat pada yang lain, terutama delegasi negara peserta Asian Games dan pendukungnya. Sebab, ini akan jadi cerita yang dibawa ke kampung halaman mereka masing-masing. Harapanya, mereka datang lagi ke sini untuk berlibur, berbisnis, atau lainnya," ujarnya.
Asian Games 2018 ini memang menjadi treatment untuk branding berbagai destinasi wisata terbaik di Indonesia. Sebab, nusantara memiliki kekuatan alam, kebudayaan, dan
man made yang luar biasa. Selain itu, aksesibilitas dan amenitas di Indonesia juga levelnya dunia.
"Asian Games ini punya manfaat jangka panjang yang besar. Ujungnya tentu devisa negara dan kesejahteraan masyarakat naik," tuturnya lagi.
Pesan khusus pun disampaikan kepada generasi milenial. Moeldoko mengharapkan agar kids zaman now ini lebih aktif memanfaatkan media sosial untuk branding Asian Games.
"Untuk generasi milenial, harus lebih aktif memanfaatkan media sosial untuk mobilisasi semangat optimisme. Hal ini akan bagus bagi saudara-saudara kita yang tidak bisa hadir langsung di venue," imbuhnya.
Meski tema besarnya terkait ‘gawe’ besar Indonesia, nuansa diskusi tetap hangat dan santai. Banyak pengunjung baik tua muda berebut berfoto bersama Moeldoko. Suasana semakin ramai usai diskusi ini ditutup. "Pak, gantian dong fotonya,†ucap seorang pengunjung wanita kepada rekan lainnya yang lama berfoto dengan Moeldoko.
Menanggapi berbagai ekspresi dari pengunjung, Moeldoko pun hanya tertawa lebar sembari melayani permintaan foto pengunjung.
[wid]