Penegasan ini disampaikan menyusul adanya wacana mengganti nama lapangan bulutangkis indoor itu menjadi Blibli Arena yang menjadi sponsor acara tersebut.
“Janganlah, jangan ada pergantian nama! Itu terlalu bersejarah,†ucap Imam di hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (15/5).
Ia menegaskan pembiayaan perawatan venue olahraga dari proklamator itu berasal dari APBN. Walaupun ada dana swasta di situ, cuma tetap proporsi APBN yang terbesar.
“Kalaupun swasta mau sewa boleh, tapi jangan sampai mengganti nama,†tegasnya.
“Namanya tetap Istora Bung Karno dan Gelora Bung Karno,†pungkasnya.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: