Dari tiga hakim, semuanya memenangkan Joshua dengan skor 118-110, 118-110, dan 119-109. Joshua berarti merebut gelar WBO dari Parker yang asal Selandia Baru.
Total sudah empat gelar dikoleksi Joshua, termasuk WBA, IBF, IBO. Seusai pertarungan itu, Joshua pun langsung memberikan tantangan kepada pemegang sabuk juara versi WBC asal Amerika Serikat, Deontay Wilder demi pertarungan gelar kelas berat sejati.
Wilder petinju asal Amerika tersebut, tidak hadir di antara sekitar 80 ribu penonton malam itu. Namun Wilder, menyaksikan aksi calon lawannya itu lewat tayangan televisi. Joshua pun langsung berbicara unÂtuk melakukan duel kepada Wilder.
"Wilder, ayo sayang, mari lakukan (bertarung)," teriak petinju berusia 28 tahun itu. "IBO, WBO, WBA, IBF. Saya tidak suka sensasi. Mari selesaikan urusannya. Mari kita lihat ke masa depan, saya siap kapan dan dimanapun," ucap Joshua di atas ring.
Joshua, yang berbobot lebih berat, tampil dominan dalam 12 ronde, berkat keunggulan jangkauan dan jab-nya. Tapi, ia gagal menjatuhkan lawan seperti dalam 20 pertarungan sebelumnya.
Pertandingan, yang awalnya diprediksi akan berakhir KO, itu berlangsung kurang greget. Wasit berkali-kali harus melakuÂkan intervensi, untuk memisahÂkan keduanya yang cenderung memainkan duel jarak dekat yang tak menarik.
Seusai pertandingan Joshua menilai taktiknya sukses di atas ring. Rekornya menjadi 21 kali menang, hanya sekali menang angka. Sedang Parker ternoda dengan kekalahan pertama dari 25 laga, 24 kali menang, 18 diantaranya menang KO.
"Strategi saya adalah bertahan di belakang jab dan itu membuat saya mendapat gelar juara dunia lain. Saya tahu bahwa banyak yang menjagokan saya menang KO, tapi lupakan semua itu, Parker adalah seorang juara dunia," tambah Joshua
Hal ini membuat Parker menginstropeksi dirinya, ia pun berterus terang bahwa ia menerima kekalahan tersebut dan akan tampil lebih baik lagi di pertandingan selanÂjutnya.
"Hari ini saya dikalahkan seorang juara," kata dia. "Saya akan kembali dengan lebih kuat," ucap Parker. ***
BERITA TERKAIT: