Petenis AS berusia 32 tahun itu sempat terlihat kelelahan di set kedua. Beruntung dia mampu memenangi game kesÂembilan untuk memimpin 5-4.
Usai kemenangan itu, Isner mengaku nyaris tak daÂpat melukiskan bagaimana suasana kebatinannya saat itu. Pasalnya, ini adalah gelar terbesar sepanjang karirnya. "Saya tidak dapat melukiskan hal ini. Sebab saya bisa menang di atmosfer pertandingan seperti ini. Saya tidak menyangka bisa memenangkan salah satu gelar ATP di tengah penampilan buruk sepanjang tahun," lanjutnya seperti dilansir Reuters.
Bagi Isner, gelar ini sangat berarti penting karena dapat menyamai prestasi pendahulunya, Andy Roddick.
Pada 2010, Roddick menjadi petenis Paman Sam-julukan Amerika Serikat yang meraih juara di turnamen Miami Terbuka. Setelah delapan tahun, giliran Isner yang sukses melakukannya. "Yang saya butuhkan di pertandingan ini hanyalah kepercayaan diri," ucapnya.
Isner juga melengkapi dominasi petenis Amerika di turÂnamen ini. Sebab sebelumnya, Sloane Stephens lebih dulu meraih gelar juara Miami Terbuka 2018.
Usai kemenangan ini, Isner menjadi petenis AS dengan peringkat tertinggi, yaknu urutan kesembilan, ketika daftar peringkat yang baru dirilis kemarin (2/4). ***
BERITA TERKAIT: