Sebab, pertandingan pertaÂmanya sebagai pelatih De Oranje berujung kekalahan 0-1 dari Inggris di Amsterdam Arena, Sabtu (24/3) dini hari WIB. "Melawan Portugal kami akan mengubah banyak hal karena saya ingin melihat lebih banyak pemain," ucap mantan defender yang membawa Belanda juara Piala Eropa 1988 itu.
Pada laga lawan Inggris, Koeman mengusung pola 3-4-3, namun sayang skema itu gagal meÂmengaruhi pertandingan. Sebab, tim tamu Inggris justru lebih mendominasi permainan dan mampu unggul lewat gol Jesse Lingard pada menit ke-59.
"Saya pikir organisasi kami dalam formasi itu masuk akal, tapi kami tampak tidak yakin saat pegang bola. Kami tidak menciptakan banyak peluang, begitu pula Inggris, Kami keÂhilangan pegangan kami pada pertandingan itu. Tapi kami harus sadar siapa lawan yang kami hadapi," tutur Koeman setelah laga.
Koeman berharap pasukannya bisa tampil lebih percaya diri, terutama ketika sedang pegang bola ketika lawan Portugal. "Kami memainkan formasi lain dan saya senang terutama dalam hal kami mengorganisasi perÂtahanan, tetapi saya ingin kami menciptakan lebih banyak penÂguasaan bola dan melayani Bas Dost dengan lebih baik. Kami tidak terlalu sering memasuki kotak 16 meter Inggris," pelatih 55 tahun itu memaparkan.
Sedang buat Portugal, Cristiano Ronaldo mengejar ambisi pribadinya. Ronaldo kini memÂbukukan 81 gol buat Portugal.
Dia menduduki peringkat ke-tiga sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol untuk negaranya, di bawah Ferenc Puskas (84 gol untuk Hongaria dan Spanyol) dan pemain Iran, Ali Daei yang mencetak 109 gol, demikian dilansir dari Goal. ***
BERITA TERKAIT: