Striker Kelechi Iheanacho menjadi bintang
The Foxes dalam pertandingan tersebut. Pemain asal Nigeria itu mencetak dua gol pada menit ke-43 dan 77.
Menariknya, gol terakhir eks pemain Manchester City itu menjadi yang pertama sebagai gol VAR (
video assistant refÂeree) di sepak bola Inggris.
Dalam gol kedua itu, Iheanacho lebih dahulu dianggap dalam poÂsisi
offside sebelum mencetak gol dengan mencungkil bola yang melewati kiper lawan.
Namun, wasit Jonathan Moss akhirnya mengesahkan gol terseÂbut setelah berkonsultasi dengan petugas VAR. Di babak keempat, Leicester kembali akan menghadapi klub divisi tiga lainnya, Peterborough United.
Manajer Leicester, Claude Puel, tidak begitu puas dengan performa timnya pada babak pertama. Menurut pelatih asal Prancis itu, Riyad Mahrez dan kawan-kawan terlalu memberikan kenyamanan untuk lini belakang tim lawan.
Meski sempat unggul pada babak pertama, tetapi tuan rumah baru bisa meningkatkan permainan di babak kedua.
"Kelechi menunjukkan sikap yang bagus, bekerja keras untuk rekan setimnya dan saling mengerti. Gol pertama menunjukÂkan dirinya memiliki banyak kualitas, serta gol kedua adalah gerakan yang fantastis antara dia dan Mahrez," ujar Puel.
Iheanacho sepertinya harus berterima kasih kepada
Video Asisten Wasit (VAR) atas disahkannya gol keduanya. Hakim garis awalnya menganggap dia dalam posisi offside, namun VAR memastikan bahwa ia onside.
"Saya pikir itu sempurna, tentu saja! Tentu hal itu bagus karÂena itu adalah gol yang bagus. Bagi kami itu hal yang baik," katanya.
"Ini berbeda karena awalnya wasit menolak mensahkan gol itu, tapi setelah kami melihat tayangan ulangnya kami meliÂhat itu adalah gol yang bagus," tambahnya. ***
BERITA TERKAIT: