Kejadian nahas tersebut diaÂlami Kvitova pada hari Selasa (20/12/2016) lalu. Kvitova terÂluka saat berusaha melawan seorang pencuri yang masuk ke dalam rumahnya.
Akibatnya, seluruh jari di tangan kiri Kvitova --tangan yang digunaÂkan Kvitova untuk bermain tenis-- terluka parah. Dia lantas menjalani operasi untuk memperbaiki tendon dan sarafnya yang rusak. Juara Wimbledon dua kali itu diprediksi baru akan bisa kembali bertanding setelah enam bulan.
Soal kondisinya, Kvitova mengatakan dirinya sudah bisa menggerakkan jari-jarinya, yang dia sebut sebagai 'hadiah Natal terhebat'. Petenis berusia 26 tahun itu pun bertekad untuk melakukan segalanya agar bisa kembali bertanding.
"Saya tidak punya pilihan selain menatap ke depan, dan tidak ke belakang, untuk meliÂhat bagaimana segalanya akan berkembang," ujar Kvitova daÂlam konferensi pers pertamanya usai penyerangan seperti dikutip dari Reuters.
"Tidak terlalu penting berapa lama yang akan dibutuhkan (untuk bermain lagi), apakah tiga bulan, enam bulan, satu tahun atau berapapun. Tapi tentu saya ingin kembali suatu hari nanti dan saya akan melakukan segalanya untuk mewujudkanÂnya," tambahnya.
Sementara itu jelang musim 2017 bergulir, Juan Martin Del Potro kembali dihantui cedera. Petenis Argentina mesti absen di Australia Terbuka Januari menÂdatang karena pergelangannya kembali terasa sakit.
Del Potro sejatinya baru kembali tampil di turnamen pada 2016 setelah cukup lama dibekap cedera pergelangan tangan. Tercatat Ia rehat panjang pada musim 2014 dan 2015 dan cuma enam kali ikut turnamen.
Del Potro baru bisa memasÂtikan benar-benar bersaing daÂlam turnamen ATP tahun ini. Hasilnya, juara Grand Slam AS Terbuka 2009 itu bisa bermain apik dengan berhasil keluar seÂbagai runner up di event sekelas Olimpiade Rio. ***
BERITA TERKAIT: