Tejo hanya mendapatkan suara 31 sedangkan Umuh 26 suara. Jauh di bawah sesama anggota K85. Keduanya kalah bersaing dengan Fery Mulyadi (36 suara), padahal Gatot dan Umuh adalah dua sosok yang jasanya sangat besar terhadap K85.
"Saya dari awal diminta pak Edy untuk masuk sebagai anggota Exco tapi justru saya tidak masuk. Saya heran sekali padahal kelompok 85 instruksinya sudah jelas. Pasti ini ada apa apanya. Tapi biarlah mudah mudahan ini jalan saya.Mungkin Allah memberikan jalan lain," ujar Tejo dalam keterangannya, Minggu (13/11).
Hal senada dikatakan Umuh Muchtar yang mengaku kaget saat suaranya hanya mendapatkan 26 suara. Padahal dirinyalah yang pertama kali mengusung Edy Rahmayadi dan meminta digelarnya Kongres Luar Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
"Saya heran padahal saya yang dari awal bekerja mendorong pak Edy dan meminta KLB, tapi inilah balasannya," ujar Umuh yang sangat kecewa dengan perilaku beberapa pihak yang tidak menghendaki dirinya masuk Exco.
Kabarnya Umuh dan Tejo memang tidak disenangi oleh beberapa orang yang juga anggota K85. Suara keduanya digembosi oleh oknum tersebut. Kedua nama mereka tidak disosialisasikan ke semua anggota. Seperti Tejo misalnya hanya mendapat dukungan dari anggota kelompok 85 yang berasal dari Jabar, Banten dan Jawa Tengah saja. Sedangkan daerah Sumut dan Kalimantan tidak disosialisasikan.
"Saya tahu ini kerjaan siapa," cetus Tejo.
Justru anggota Exco yang terpilih mayoritas baru. Hanya dua nama yang merupakan orang dari kepengurusan lama yaitu Gusti Randa dan Johar Lin Eng. Hanya saja, keduanya sempat mengundurkan diri setelah kembali terjadi polemik di tubuh PSSI.
Sebanyak 10 orang lainnya adalah Hidayat yang merupakan pemilik tim Divisi Utama Persebo Bondowoso, Yunus Nusi (ketua Asprov Kalimantan Timur), Condro Kirono (petinggi tim Bhayangkara United), Pieter Tanuri (petinggi Bali United). Selanjutnya Juni A Rachman dari PSPS Pekanbaru, AS Sukawijaya/Yoyok Sukawi yang petinggi PSIS Semarang, Johar Lin Eng (ketua Asprov Jawa Tengah), Refrizal dari Semen Padang, Dirk Soplanit dari Asprov Maluku, Verry Mulyadi Asprov Sumbar, dan Papat Yunisal yang merupakan mantan pemain timnas putri.
[wah]
BERITA TERKAIT: