Setelah mengetahui pembangunan sudah rampung 50 persen, Imam pun berharap Olympic Center sudah bisa ditempati pada Januari 2017.
Olympic Center nantinya akan digunakan untuk tempat pembinaan para atlet Indonesia dari berbagai cabang. Menurut Imam, Olympic Center akan menjadi tempat berlatih para atlet yang dilengkapi dengan sarana berstandar internasional.
"Tadi dibilang penyelesaiannya akan dilakukan pada Desember ini, jadi semoga segera selesai, sehingga pada Januari 2017 sudah bisa ditempati,†kata Imam kepada awak media, Rabu (2/11).
Imam menyatakan, pembangunan Olympic Center ini sangat didukung oleh banyak pihak. DPR pun sudah menyetujui anggaran untuk melengkapi fasilitas di Olympic Center.
"Dengan finishing di Desember, pada 2017 nanti akan kami kebut apa saja yang masih kurang, apakah itu gym dan sebagainya. Anggaran soal itu sudah disetujui DPR," jelas Imam.
Sebelum mengunjungi lokasi Olympic Center, Kemenpora menyerahkan bonus bagi para atlet yang telah meraih medali di Olimpiade dan Paralimpiade. Total ada lima atlet yang menerima bonus.
Sesuai yang dijanjikan sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade, ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, masing-masing mendapatkan bonus sebesar Rp 5 miliar.
Sementara atlet angkat besi, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni, yang sama-sama meraih medali perak, mendapat Rp 2 miliar per orang. Ni Nengah Widiasih, atlet angkat berat yang turun di Paralimpiade, mengantongi bonus sebesar Rp 1 miliar atas prestasinya meraih medali perunggu.
"Jerih payah para pahlawan harus lebih dihargai dengan lebih besar dan wajar. Saya ingat waktu itu, Bapak Presiden RI Joko Widodo bertanya berapa bonus untuk para peraih medali. Saya jawab, bahwa peraih emas Rp 5 miliar, lalu perak Rp 2 miliar, dan perunggu Rp 1 miliar," kata Imam.
Selain atlet, pemerintah juga memberi apresiasi kepada pelatih yang telah mengantarkan atletnya berprestasi. Mereka adalah Richard Mainaky yang mendapat Rp 2 miliar, Dirdja Wihardja dan Supeni (pelatih angkat besi) yang masing-masing mendapatkan Rp 800 juta. Serta pelatih Ni Nengah, Koni Ruswanyo, yang mendapat bonus Rp 400 juta.
[wid]
BERITA TERKAIT: