"Tentunya ini menjadi tantangan bagi Portugal untuk menyelenggarakan lebih baik lagi. Minimal sama seperti yang dilakukan Indonesia," katanya di Jakarta, Rabu, (12/10).
Pataco juga menyatakan kekagumannya terhadap kekayaan budaya tradisional yang dimiliki Indonesia. Juga keramahan dan rasa persahabatan yang ditunjukan masyarakat Indonesia selama penyelenggaraan Tafisa Games.
Sebagai informasi, Tafisa digelar empat tahun sekali, pada tahun yang sama dengan penyelenggaraan Olimpiade. Pada penyelenggaraan keenam Tafisa tahun ini, Indonesia yang didaulat sebagai tuan rumah Tafisa Games mengangkat tema "Unity in Diversity". Pada tahun 2020 mendatang, Tafisa Games akan diselenggarakan di Lisbon, Portugal.
"Kami masih memiliki waktu empat tahun untuk menyiapkan event ini, termasuk menentukan tema penyelenggaraan Tafisa selanjutnya," tambah Pataco.
Pataco juga sempat memberikan cinderamata khas Portugal berupa ceramic tiles kepada Hayono Isman, Ketua Panitia Tafisa 2016 yang juga Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan antar kedua negara, Indonesia dan Portugal.
Tafisa World Sport for All Games atau Asosiasi Olahraga Internasional untuk Semua Orang merupakan festival terbesar untuk olahraga rekreasi. Ajang ini sering disebut sebagai olimpiadenya untuk olahraga rekreasi. Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Tafisa World Games 2016 pada General Assembly Tafisa di Turki pada tahun 2011.
[rus]