Upacara pembukaan dimulai tepat pukul 7 WIB dan dihadiri oleh ribuan peserta dari sejumlah negara.
Sebuah panggung megah di Pantai Carnaval, Ancol Beach City Mall, menjadi area semua aksi malam itu berlangsung.
Di bawah curahan hujan ringan yang turun di awal acara, upacara pembukaan berlangsung mulus, dan semua yang hadir tampak menikmati penampilan demi penampilan yang mengedepankan keragaman budaya yang tersebar di antara 13 ribu lebih pulau di Indonesia.
Wapres JK mengatakan, hujan malam pada saat pembukaan Tafisa 2016 semakin menegaskan tema utama yang selalu diusung, yaitu mengembalikan kesenangan aktivitas fisik, seperti kegembiraan yang dirasakan oleh anak-anak saat berada di luar rumah dan bermain bersama-sama di bawah hujan.
"Siapa yang dulu tidak senang bermain di bawah hujan saat masih kecil?" tanya JK.
JK juga mengingatkan bahwa olahraga bertujuan lebih dari sekadar mencapai puncak prestasi dan mendapatkan imbalan materi.
Olahraga harus lebih banyak tentang persaudaraan, persahabatan dan kegembiraan,†imbuhnya.
Pembukaan Tafisa 2016 disemarakkan dengan kehadiran artis terkemuka Indonesia seperti Lea Simanjuntak, Edo Kondologit dan Krisdayanti. Ada juga atraksi hiburan bela diri dan dan permainan tradisional pencak silat, Paraga dari Sulawesi Selatan, Bambu Gila dari Kepulauan Maluku, dan Tari Saman dari Aceh yang berhasil memukau semua yang hadir.
Acara malam itu diakhiri dengan tontonan kembang api yang menghiasi langit malam di atas Pantai Carnaval Ancol.
Hadir dalam pembukaan Tafisa 2016 malam itu selain Wapres JK antara lain Presiden The Association for International Sport for All, Profesor Ju-Ho Chang dari Korea Selatan; Kepala Komite Pelaksana Tafisa 2016, Hayono Isman; Menko PMK, Puan Maharani; Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi; Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara; dan Menpora, Imam Nahrawi.
[wid]