Keputusan wasit saat pertandingan kelas bebas putra antara Gregory Ignacito Jeremy melawan judoka Jawa Barat, Horas Manurung dinilai tidak
fair.
Pelatih Putu Armika mengatakan, Jeremy sudah unggul ketika wasit memberi nilai yuko. Namun, terjadi perubahan ketika pelatih Jawa Barat melemparkan protes. Protes itu pun di dengar, setelah dirundingkan dengan melihat rekaman video, keputusan wasit terhadap DKI pun dianulir. Nilai horas pun berubah menjadi wazari. Kemenangan pun akhirnya menjadi milik Judoka Jawa Barat, Horas Manurung.
"Walaupun dapat 10 yuko tapi ada satu wazari, tetap saja nilai wazari yang lebih tinggi," ujar Putu.
Akhirnya tim judo DKI pun sepakat untuk memboikot pertandingan di nomor beregu yang berlangsung Senin (19/9) pagi. Namun, Putu mengatakan DKI tetap fairplay dengan hadir sembari menanti hasil rapat dari pihak menejer dengan panitia.
"Dari rapat tetap tidak puas. Ya enggak usah main. Kami hormat kemudian keluar," tuturnya.
Pertandingan yang seharusnya tim beregu putra DKI melawan Banten, dan tim putri melawan Jambi, pada akhirnya tidak berlangsung. Otomatis Banten dan Jambi pun berhak maju ke babak berikutnya.
"Kami berharap selanjutnya bisa ada perubahan lebih
fairplay," tegasnya.
Technical delegated cabang olahraga judo Henry Yuzano membenarkan keputusan mengundurkan diri yang diambil oleh kontingen DKI. "Karena merasa banyak dirugikan oleh wasit, kemudian mereka mengundurkan diri dari pertandingan beregu," tuturnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: