Dedi mengaku prihatin setelah mendengar langsung cerita dari Brigadir Hanafi, salah satu polisi yang mengalami luka paling parah, yang masih dirawat di ICU RS Polri.
"Ini memang memprihatinkan. kita harus beri dukungan penuh pada petugas keamanan yang mengalami musibah," kata Dedi usai menjenguk.
Dia menceritakan, kondisi Hanafi sempat kritis lantaran mengalami luka di bagian wajah dengan pelipis kanan yang retak. Yang lebih memprihatinkan, istri Brigadir Hanafi yang akhirnya trauma akibat kejadian itu.
"Istrinya trauma soalnya mereka punya anak tiga, masih kecil-kecil. Yang paling besar baru naik kelas empat. Yang kedua masih TK. Dan yang paling kecil belum sekolah. Istrinya kelihatan sangat depresi atas musibah yang dialami suaminya dalam menjalankan tugas," beber Dedi
Atas peristiwa ini, Dedi berharap pihak TNI Polri dan sejumlah instansi terkait segera mengadakan koordinasi untuk mengatasi kerusuhan pendukung tim sepakbola di masa mendatang. Selain bisa memakan korban jiwa, Dedi mengatakan efek jangka panjangnya adalah mencederai persatuan sesama anak bangsa.
"Menurut saya, Kemenpora, Kemenkum HAM, Kemendagri, Polri, Panglima TNI sebaiknya duduk bersama membahas ini semua. Karena perkelahian-perkelahian bisa terjadi bukan hanya di lapangan sepak bola. Di jalan raya mereka bertemu bisa bunuh-bunuhan. Ini problem besar yang harus segera diselesaikan," demikian Dedi.
[sam]
BERITA TERKAIT: