Dengan kata lain, perhatian besar dan kebanggan masyarakat terhadap Rio Haryanto yang telah mencetak sejarah tampil di ajang balap bergengsi tersebut, juga merupakan kebanggan nasional.
"Rio Haryanto memang telah mengukir sejarah bagi bangsa Indonesia, wajar jika masyarakat terusik jika dia ditampilkan tanpa bendera merah putih dalam acara yang disaksikan jutaan pemirsa di seluruh dunia," ujar Menpora.
Seperti diberitakan sejumah media, masyarakat Indonesia penggiat dunia maya memprotes
TV Fox Sports sebagai penyaji siaran langsung F1 di televisi berbayar, karena tidak menampilkan bendera Merah Putih di belakang foto Rio Haryanto saat menyajikan grafik urutan start seri pembuka F1 di Sirkuit Melbourne Grand Prix Albert Park, akhir pekan kemarin. Sementara pembalap lain ditampilkan dengan bendera negaranya masing-masing.
Karena mendapat protes pengguna dunia maya tersebut,
TV Fox Sports merespon dan berdalih apa yang disajikan sesuai dengan bahan yang diberikan oleh pihak F1. Protes tersebut sudah disampaikan ke pihak F1 dan berjanji hal itu tidak akan terulang dalam arena balapan berikutnya.
Cak Imam pun menyesalkan tidak munculnya bendera Merah Putih dalam tayangan F1 di
TV Fox Sports tersebut.
"Bendera adalah simbol kehormatan negara, jika pembalap lain ditampilkan bersama bendera asal negaranya dalam grafik, Rio juga seharusnya demikian karena merupakan kebanggaan Indonesia," jelas Menpora.
Karena itu dia meminta pihak
TV Fox Sports dan pihak F1 harus lebih jeli dalam proses penyajian bahan siar. "Hal ini penting sehingga tidak menimbulkan kesan perlakuan diskriminatif dan penyepelean terhadap salah satu peserta dan negaranya," tegas Menpora seraya menekankan agar hal itu jangan sampai terulang
.[wid]
BERITA TERKAIT: