"Karena kita adalah pasar terbesar ketiga di dunia. Ini merupakan motivasi untuk kita untuk mempersiapkan MotoGP 2017," kata Imam di Kantor Menpora, Jakarta, Jumat (12/2).
Cak Imam, sapaan akrab Menpora, menjelaskan saat ini sedang dipertimbangkan opsi-opsi untuk menentukan sirkuit yang akan dipergunakan untuk MotoGP 2017.
Penganggaran persiapan sirkuit MotoGP murni dari sektor swasta. Sirkuit Sentul, salah satu kandidat yang berpeluang menjadi venue MotoGP, akan mencari dana sendiri untuk membangun infrastruktur sirkuit, sedangkan pemerintah akan membantu akses seperti keamanan, jalanan seperti exit tol.
"Pokoknya pemerintah membantu semua yang terkait urusan publik, termasuk pembebanan komitmen fee," janji Cak Imam.
Selain Sirkuit Sentul, Cak Imam mengaku senang banyak juga daerah-daerah yang menawarkan lahan untuk pembangunan sirkuit MotoGP, seperti Tegal Alur di Cengkareng, Palembang, Sumsel, Jawa Barat, Surabaya, dan Bali. Namun saat ini, lanjut Cak Imam, pihaknya masih menghitung waktu persiapan dan standar yang telah ditetapkan sebelum akhirnya memutuskan.
"Kalau ingin membangun sirkuit baru, harus selesai 2017 atau 2018. Atau memakai yang sudah eksis, 2017 bisa jalan. Sedang kita perhitungkan," kata dia lagi.
Sebelumnya, Kementerian Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani telah meminta kajian persiapan tuan rumah MotoGP ke Kemenpora.
"Kementrian PMK sudah meminta kajian, rencana bisnis, keuntungan ekonomi. Saat ini mereka sudah tidak ada persoalan lagi," tukas politisi muda PKB tersebut
.[wid]
BERITA TERKAIT: