Dengan hasil ini Lazio hanya dapat tambahan satu poin dan naik satu tingkat ke peringkat 12 dengan perolehan 20 poin dari 16 laga, sementara Sampdoria tidak beranjak dari peringkat 16 dengan perolehan 17 poin atau selisih tiga angka dari zona degradasi yang ditempati Frosinone.
"Kami mendominasi pertandÂingan dan dihukum sebuah tendangan bebas yang kemudian berujung gol yang menyakitkan. Kami membayar mahal kecerÂobohan kami," kata Pioli.
Pada laga kemarin pasukan Elang Ibukota selaku tuan ruÂmah memimpin lebih dulu di menit ke-78 lewat sundulan Alessandro Matri yang menyamÂbut umpan Felipe Anderson.
Gol tersebut disambut suÂkacita punggawa Lazio. Kiper Lazio, Federico Marchetti, juga turut berlari merayakan gol tersebut. Sial bagi Marchetti, dia kemudian justru cedera. Posisi Marchetti lantas digantikan Etrit Berisha.
Saat laga memasuki masa injury time, Berisha melakuÂkan pelanggaran terhadap Luis Muriel di luar kotak penalti seÂhingga membuahkan tendangan bebas untuk Sampdoria. Ervin Zukanovic maju sebagai eksekuÂtor dan tendangannya yang semÂpat membentur Anderson masuk ke gawang Lazio. Keunggulan Lazio pun buyar.
"Kerja keras dan kemenangan kami pun harus hilang," sesal Pioli.
Hasil seri ini memperpanjang laju negatif Lazio di Serie A. Sudah tujuh pertandingan terakhir dilewati Biancoceleste tanpa keÂmenangan. Mereka menelan lima kekalahan dan dua kali imbang.
Serangkaian hasil buruk yang dituai Lazio mengancam masa depan Pioli. Diapun menyerahkan semua keputusan soal posisinya kepada para petinggi klub.
"Sejauh ini saya mendapat dukungan dari para petinggi dan kepercayaan dari para pemain saya. Saya akan kembali bekerja dan para petinggi akan memuÂtuskan solusi terbaik untuk seÂmuanya," ungkapnya. ***
BERITA TERKAIT: