"Bonus sebesar itu sangat pantas diterima atlet yang berprestasi tinggi, karena meraih medali emas olimpiade bukan hal yang mudah," ujar Menpora Imam Nahrawi saat meresmikan Icuk Sugiarto Training Camp di Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Menpora juga menyoroti bulutangkis yang menjadi cabang olahraga andalan untuk mendulang medali emas, apalagi prestasi atlet bulutangkis Indonesia sekarang sedang mengalami pasang surut prestasi. Karenanya perlu rangsangan dengan bonus yang tinggi agar atlet terpacu berlatih keras untuk mengapai impian menjadi juara olimpiade.
"Saya sangat tercengang melihat seorang Icuk Sugiarto mampu membangun gedung olahraga semewah ini. Dimana seluruh fasilitas yang ada di dalamnya sangat lengkap dan mewah. Saya pun nyaman tidur di salah satu kamar yang ada di gedung bulutangkis ini," lanjut Menpora.
Menpora yang mengaku sebagai penggemar berat Icuk Sugiarto berharap dari ISTC yang diresmikannya itu akan lahir atlet-atlet berprestasi bukan hanya di tingkat nasional tapi juga dunia di kemudian hari.
"Semoga dengan berdirinya ISTC ini akan membawa manfaat bagi olahraga Indonesia. Kita ingin mengembalikan marwah Indonesia ke pentas dunia dan bulutangkis cabang olahraga yang pernah mengibarkan merah putih di pentas dunia," tegas Menpora.
Menpora pun mengucapkan terima kasih kepada Icuk Sugiarto, karena juara dunia 1983 itu telah membangun sebuah fasilitas olahraga bulutangkis tanpa sedikitpun meminta bantuan kepada pemerintah. Oleh karenanya diharapkan ada mantan atlet lainnya mengikuti jejak Icuk.
"Seharusnya pemerintah membantu. Tapi tidak apa-apa. Berarti bantuan yang seharusnya diberikan kepada pak Icuk bisa dialihkan kepada yang lain," kata Menpora berseloroh.
Menpora Imam Nahrawi juga mengimbau agar PP PBSI melihat apa yang sudah dilakukan Icuk Sugiarto dengan membangun fasilitas sehebat ini lengkap dengan jogging track yang bermanfaat untuk latihan fisik.
[wid]
BERITA TERKAIT: