Seperti diketahui 4 Desember lalu, Ahok, panggilan akrab Basuki, dalam pernyataannya di depan wartawan di Balaikota Pemprov DKI Jakarta, menyebut Asian Games 2018 lebih baik dibatalkan saja. Ucapan Ahok itu menyiratkan kekesalannya terhadap respon Pemerintah Pusat yang lamban terkait keinginannya mengambil alih lahan di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sampai saat ini pengurusan ambil alih itu masih belum tuntas karena Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran Kementerian Sekretariat Negara mempermasalahkan hibah lahan itu ke Pemprov DKI Jakarta. Tak cuma PKK Kemayoran, tapi juga ada Komisi II DPR.
Padahal bila pembangunannya terlaksana, maka wisma itu dijadikan tempat menginap para atlet yang berlaga di Asian Games 2018 kelak. Setelah Asian Games selesai, Wisma Atlet tersebut akan jadi rumah susun untuk penduduk Jakarta.
"Kami sadar sejumlah masalah dalam proses persiapan Asian Games memang kurang, tapi harusnya tidak ada komentar seperti itu yang dikeluarkan oleh seorang pejabat," kata Ketua Asosiasi Olimpian Indonesia (IOA), Anton Suseno Minggu (6/12).
"Memang sekarang ini belum kentara (mengganggu psikis atlet). Tapi bisa menjadi bola salju yang besar. Makanya kami ada di sini untuk mengimbau pemangku kebijakan agar hal ini tidak merembet kemana-mana, yang akhirnya batalnya penyelenggaraan Asian Games," tambahnya.
Anton menambahkan penyelenggaraan Asian Games bukan tuan rumah Jakarta saja, tapi Indonesia secara keseluruhan sehingga semua ada keterkaitannya. Nah, ketika Jakarta ada kesulitan harusnya semua pihak bisa bersama-sama menyiapkan semuanya.
"Apalagi saat ini kondisinya sudah mulai membaik, artinya pengurus KOI baru, Satlak Prima juga baru. Nah Asian Games ini kan bisa menjadi tolak ukur untuk kita semua," ujar dia.
"Kami ini di sini bukan untuk menghantam, tapi kami mengimbau. Artinya mengimbau bisa menjadi kebaikan karena semua itu kan ada dampaknya. Sebelumnya, kami santai karena semua ranahnya mereka, tapi ternyata pemangku jabatan mengatakan itu, jadi jangan sampailah ini jadi bola salju yang besar," tambahnya.
Tak hanya Anton, Olimpian Judo sekaligus komisi atlet Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Krisna Bayu, mengungkapkan hal senada. Krsina mengatakan beberapa atlet bahkan ada yang mengeluhkan pernyataan Ahok tersebut kepada dirinya. Namun, hal itu tak diucapkan secara langsung karena sebagai atlet mereka tidak bisa berbuat apapun.
"Ada beberapa yang bilang ke saya, waktu saat baca berita soal Ahok. Pertanyaan mereka, kok Pak Ahok bisa bicara seperti itu?," ungkap Krisna menirukan pertanyaan salah satu atlet.
"Makanya di sini kami ingin meminta kepada pemerintah DKI Jakarta dan seluruh pihak yang berkompeten dalam hal persiapan pelaksanaan Asian Games 2018, agar dapat bersama sama secara serius mendukung sepenuhnya setiap proses perencanaan dan pelaksanaan persiapan kegiatan Asian Games," sambungnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: