"Ini Kebijakan ekonomi apa serial komik silat, saya tidak melihat dimana fokus utama pemerintah dalam membenahi problemnya, pemerintah tidak tahu apa yang menjadi proiritas dan konsekuensi dari paket kebijakan yang dituangkan," ungkap Managing Director Del Creco Advisory itu dalam debat bertema 'Meneropong Krisis Ekonomi Kita' di Hotel Pulman, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11).
Soal program pengguliran dana desa yang dilakukan pemerintah dengan dasar kebijakan Nawa Cita juga dikritik Ferry. Kata dia, dana itu tidak cukup mampu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Dimana faktor productivity dari dana desa, apakah pertumbuhan ekonomi kita bisa meningkat dengan diluncurkannya dana desa. Yang harus dilakukan diaknosa penyakitnya bukan sebar duit kedesa-desa," cetus Ferry.
Dia juga mengkritisi langkah Gubernur Bank Indonesia dalam mengintervensi pasar untuk menaikkan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurutnya kebijakan yang dilontarkan Agus Martowardojo bisa dilakukan oleh siapapun.
"Gubernur BI, apa kerjanya kalau cuma bilang Dollar naik, interfensi pasar, Dolar naik, jual Dollar. Orang lain juga bisa. Hidupkan kembali dewan kebijakan moneter, jadi kalau mau buat kebijakan nggak telepon kanan kiri," tutup Ferry.
[sam]
BERITA TERKAIT: