"Kami dari Kamenpora juga sudah sampaikan dukungan anggaran persiapan tuan rumah MotoGP ini ke DPR. Pemerintah sangat serius menyiapkannya. Hasil yang nanti akan dicapai adalah peningkatan ekonomi, sektor pariwisata, dan seterusnya," tegas Menpora didampingi Sesmen Alfitra Salam hadir dalam Rapat Terbatas menjajaki kesiapan Indonesia sebagai penyelenggara motor Grand-Prix di Kantor Wantimpres, Jakarta, Rabu (7/10).
Selain Menpora, hadir dalam rapat ini Menteri PUPR Basuki Hadimoelyono, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Tinton Suprapto, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nanan Soekarna, hingga Ananda Mikola. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa yang memimpin langsung rapat ini.
Perhatian presiden terhadap kehadiran ajang MotoGP di Indonesia ini, disampaikan langsung anggota Wantimpres Suharso Monoarfa.
"Menurut data, orang Indonesia menjadi penonton terbanyak Formula 1 di Singapura dan Malaysia," kata Suharso.
Karena itu, Monoarfa meminta disepakati mengenai keterlibatan pemerintah dalam event Moto GP. Sebab ini adalah event nasional.
Sebagai bentuk dukungan penuh dari pemerintah, Menpora juga telah mengirimkan surat jaminan dari pemerintah kepada Dorna soal penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2017 tersebut. Mengenai permintaan Dorna agar Indonesia menyiapkan dana 7 juta euro atau sekitar Rp 120 miliar sesuai standar mereka, Menpora mengungkapkan bahwa dana tersebut agar dipenuhi oleh pihak penyelenggara, dalam hal ini pengelola Sirkuit Sentul. Sementara pemerintah hanya menyiakan dana awal sekitar Rp 5 miliar.
Menpar Arif Yahya juga menegaskan dukungan kementeriannya dalam sosialisasi perhelatan ini. Sementara, Menteri PUPR Basuki Hadimoelyono menyatakan siap membantu dari sisi infrastruktur.
[wid]
BERITA TERKAIT: