Dari 11 race yang digelar, ABM Motorsport meraih 20 piala. Prestasi terbaik diraih Diponegoro yang meraih juara di kelas Master Euro 2000.
"Saya cukup bangga dengan para pebalap ABM Motorsport. Mereka pegang komitmen untuk berikan yang terbaik di setiap seri ISSOM 2015. Meskipun dua pebalap kami tidak ikut berlaga namun tidak mengurangi performa para peÂbalap dalam beraksi. Di seri kedua lalu kami berhasil menyabet 18 piala dan di seri ketiga kami berhasil membawa pulang 20 piala, senang rasanya," ujar Vivi bersemangat kepada pers.
Lalu apa target tim ini di seri keÂempat nanti? Istri dari pebalap Paul Montolalu pun tersenyum.
"Kami tidak ingin membuat stress pebalap dengan target-target. Yang perlu dikedepankan adalah mereka bisa balap dengan
fun seÂhingga dengan sendirinya prestasi akan tercatat karena mereka beraksi tanpa beban," pungkas Vivi.
Dipo, sapaan akrab Diponegoro juga puas atas prestasi yang diraihÂnya di kelas Euro 2000. Dia menÂgaku persaingan sangatlah ketat mulai lap awal hingga lap akhir.
Padahal dia mengusung moÂbil Peugeot 405 keluaran tahun 1992 yang kurang optimal di rpm tinggi dan di trek lurus. Dia pun menerapkan strategi prima saat melibas tikungan kecil di R1 Sirkuit Sentul.
"Sebagai strategi, saya
fight di tikungan sejak lap-lap awal. Persaingan terasa ketat dan pebalap menempel satu sama lain sejak lap awal. Jika saya mengejar di trek lurus sudah pasti ketinggalan. Masuk tikunÂgan kecil, adalah saat yang tepat untuk melibas lawan. Untuk mengimbangi trik saya telah sematkan teknologi
Limited Slip Deferential (LSD)," ujar pebalap yang sudah naik podium juara 1 untuk kelima kalinya.
Dikelas master Mas Dipo menorehkan catatan waktu 26 meÂnit 35,795 detik disusul Leon Chandra dengan torehan waktu 26 menit 37,376 detik dan Ananda Yusuf dengan catatan waktu 26 menit 45,159 detik di peringkat ketiga. ***
BERITA TERKAIT: