Dari hasil undian Kejuaraan Dunia yang dilakukan di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (28/7/2015) lalu, sektor tunggal putri Indonesia memang yang paling berat.
Linda yang menjadi satu-satunya wakil pelatnas sudah menghadapi tantangan besar sejak babak pertama. Ia akan berhadapan dengan pemain tunggal Belanda yaitu Soraya de Visch Eijbergen. Kalau meÂnang, ia bakal ditunggu tunggal Jepang, M. Mitani (13), dan jika menang kembali, Linda berpoÂtensi bertemu dengan Ratchanok intanon (5) di babak ketiga.
"Enggak mudah karena kaÂlau mulus di babak pertama akan bertemu M. Mitani, keÂmudian ketemu Ratchanok di babak selanjutnya.Tapi semua dibuat enjoy saja jangan terlalu dijadikan beban," kata Linda kemarin.
Wanita berusia 25 tahun ini mengaku belum mengetahui gaya main Soraya de Visch Eljbergen, namun begitu ia perÂcaya di Kejuaraan Dunia yang bakal digelar di Istora, Jakarta, pada 10-16 Agustus nanti, seÂmua hal bisa terjadi.
"Saya mau fokus satu-satu dulu karena enggak mudah. Apalagi saya juga belum berÂtemu dengan tunggal Netherland ini. Nanti kalau babak pertama lewat baru pikirkan babak seÂlanjutnya," ungkapnya.
"Yang jelas saat ini saya masih fokus jaga kondisi dan konsenÂtrasi. Apalagi waktunya sisa seminggu lagi sebelum mulai pertandingan. Nanti setelah dekat pertandingan baru mulai fokus ke permainan lawan, dan ada penurunan program juga," jelasnya.
Menjadi sektor yang tidak dibebani target membuat Linda lebih
nothing to lose. Ia pun berharap bisa beri kejutan meski tantangan yang bakal dihadapi sangat berat.
"Berharap bisa dapat hasil yang terbaik. Paling enggak saÂma waktu tahun lalu di 16 besar. Kalau bisa lebih," ucapnya.
"Nah, mumpung Kejuaraan Dunia digelar di Jakarta saya juÂga harapkan dukungan suporter masyarakat Indonesia. Karena secara tidak langsung itu meÂmotivasi kami juga sebagai peÂmain," pungkas Linda. ***
BERITA TERKAIT: