Manipulasi Harga Ikan Rugikan Nelayan, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Jumat, 24 Juli 2015, 11:41 WIB
Manipulasi Harga Ikan Rugikan Nelayan, Pemerintah Diminta Turun Tangan
rmol news logo Pemerintah diharapkan dapat mengatasi manipulasi harga ikan oleh sejumlah pihak yang merugikan nelayan tradisional di berbagai daerah.

"Pastikan tidak terjadi tindakan manipulasi harga oleh pasar terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh nelayan dan pembudidaya ikan kita," kata Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) M Riza Damanik dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7).

Untuk diketahui, sejumlah daerah mengalami fluktuasi harga, seperti harga ikan laut melonjak tajam di Mamuju, Sulawesi Barat, akibat pasokan dari hasil tangkap nelayan berkurang seusai pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

"Harga ikan laut seperti Cakalang biasanya dijual hingga Rp 15 ribu per ekor. Namun kali ini maka harga ikan Cakalang malah mencapai Rp25 ribu per ekor," kata Rusdiah salah seorang ibu rumah tangga di Mamuju, Sulbar, Selasa (21/7) seperti diberitakan Antaranews.

Menurut dia, harga ikan basah melonjak tajam akibat pasokan ikan hasil tangkapan dari nelayan berkurang, yang diakibatkan antara lain karena rata-rata nelayan belum turun melaut. Sedangkan harga ikan kembung di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, dilaporkan merosot pada pekan awal Juli 2015 hingga sekitar 40 persen dari harga biasanya.

"Penjualan dan permintaan kembung tetap stabil, namun harganya merosot dari Rp35 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg. Ini karena banyaknya ikan kembung hasil tangkapan nelayan, sampai tidak habis dijual di tempat lelang," kata salah seorang petugas administrasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sahero di Jakarta, Selasa (7/7).

Sahero mengatakan ikan kembung memang menjadi jenis tangkapan yang paling banyak didapatkan pelayan sejak dua bulan terakhir karena cuaca dan kondisi laut yang bagus.[wid]


Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA