Petenis Britania Raya itu mengaku penampilannya kali ini lebih baik dibanding dua tahun lalu ketika menjuarai Wimbledon dengan mengalahkan Novak Djokovic di final.
Petenis nomor tiga dunia itu tak menunjukkan keraguan ketika memasuki lapangan pertandingan dua jam setelah menang 6-3, 7-6(4) pada semifinal melawan petenis Serbia Victor Troicki.
"Kedua laga hari ini berjalan lancar dan saya bermain sedikit lebih baik. Saya berharap bisa terus seperti penampilan ini di Wimbledon," kata Murray diÂkutip
reuters, kemarin.
Berlaga di partai puncak Murray percaya diri dalam pengemÂbalian-pengembalian servenya yang membuatnya mampu menÂgatasi permainan Anderson.
Pengembalian-pengembalian unggulan teratas itu tidak pernah mampu membuatnya mampu memecahkan kebuntuan dalam masing-masing set, dan serve-nya sendiri mengecewakannya.
Break pertama terjadi pada game keempat, ketika Murray denÂgan percaya diri mengembalikan serve keras, yang memaksa laÂwannya yang merupakan petenis non unggulan itu melepaskan pukulan voli membentur net.
Set berikutnya berlangsung kurang dari setengah jam dan meski Anderson terbukti mampu menahan serve-servenya untuk kedudukan love di set kedua, serve-nya dapat dipatahkan melalui serangkaian pukulan super untuk tertinggal 2-3 dan tidak mampu memulihkan diri.
Murray mengunci kemenanÂgan ketika pukulan petenis Afrika Selatan itu melebar saat melakukan pengembalian serve, membuat petenis Britania Raya itu bergabung dengan John McEnroe, Boris Becker, Lleyton Hewitt, dan Andy Roddick dari era modern sebagai juara empat kali di Queens.
Hasil ini memastikan Murray berada dalam penampilan bagus menjelang Wimbledon yang dimulai dalam sepekan pada Senin. ***
BERITA TERKAIT: