"Saya ingin Menpora maupun PSSI duduk bersama menyelesaikannya tanpa arrogansi," kata kiper Timnas era 1960-70-an, Yudo Hadiyanto.
Menurut Yudo, kedua belah pihak jika ingin memperbaiki sepakbola Indonesia harus duduk bersama. Tidak seperti sekarang ini seperti air dan minyak.
"Tinggalkan masa lalu dan jangan saling menyalahkan. Kalau ingin memperbaiki sepakbola ini," ucapnya.
Selain Yudo, ada legendaris lainnya seperti Rony Paslah, Purwono, Hermansyah (kiper), Paryono, Junaidi Abdillah, Sueb Rizal, Oyong Liza, Risdianto, Simson Rumah Pasal, Roby Binur, Dede Sulaiman, Suapri, Rully Nere, Nasir Salasa, Hery Kiswanto, Elly Idris, Berti Tutuarima, Johny Fahamsyah, Bambang Nurdiansyah, Sudirman, Aditya Darmadi, Joko Irianto dan lainnya. Hadir pula mantan manajer dan pengurus PSSI seperti Dimas Wahab, Ismet Tahir serta Rahim Sukasah. Sejumlah wartawan senior seperti Sumohadi Marsis, M. Nigara maupun Ian Situmorang. Tampil sebagai pemandu acara, aktivis olahraga Ari Sudarsono.
"Acara ini bermula dari obrolan saya dengan Johny Fahamsyah dan Bambang Nurdiansyah," kata salah satu penggagasnya, Yanto Herlambang.
"
Alhamdulillah segera terkumpul, walaupun belum semua hadir," ucapnya.
Kemudian mereka menyuarakan dunia sepakbola Indonesia yang kini di-
suspend FIFA setelah sebelumnya dibekukan Menpora Imam Nahrawi. Poros Halang Timas 1970-an, Oyong Liza menyebut tidak adanya pengurus PSSI dari mantan pemain nasional misalnya. Dia juga berharap, kondisi sanksi FIFA segera diselesaikan dengan kebijakan Menpora dan PSSI.
Sementara itu mantan pengurus klub sepakbola Indonesia Muda, Dimas Wahab menyebut sepakbola Indonesia sudah hancur sebelum dibekukan Menpora dan disanksi FIFA.
"Tim Transisi jangan terlalu lama bekerja," katanya.
Mereka sebaiknya segera kumpulkan anggota PSSI, tapi bukan pengurusnya untuk membuat aturan main, dan membentuk klub untuk mengisi Timnas.
"PSSI bekerja untuk sepakbola, tetapi tetap menempatkan posisi pemerintah sesuai porsinya," katanya lagi.
Sementara itu M Nigara meminta pemerintah, dalam hal ini Menpora jangan hanya mendengar saran yang salah.
"Kalau memang tahu ada hal buruk di PSSI, mafia sepakbola, tunjuk saja berikut bukti-buktinya," sebutnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: