Pelatih Timnas: Saya Tak Bisa Bayangkan Hancurnya Perasaan Anak-anak Kami

Minggu, 31 Mei 2015, 10:56 WIB
rmol news logo Pelatih timnas sepak bola U-16 dan U-19, Fakhri Husaini mengaku hanya bisa pasrah atas hukuman yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Saya belum membaca secara lengkap suratnya tetapi sudah mendengarnya dari pak Rasiman (asisten pelatih) dan Pieter Huistra (pelatih timnas senior). Jujur saya hanya bisa pasrah, sedih, dan kecewa mendengarnya," kata mantan pemain tim nasional era 90-an itu seperti dilansir tim media PSSI di Jakarta, Sabtu (30/5)

Dengan adanya keputusan dari FIFA itu, otomatis akan menipiskan peluang anak-anak timnas usia muda tersebut untuk beraksi di ajang AFF nanti.

"Saya hanya tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan anak-anak kami kalau mereka tidak bisa tampil di ajang AFF. Padahal, di ajang tersebut mereka bisa menunjukkan bakat dan hasil latihan mereka bersama saya selama kurang lebih hampir setahun ini," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Fakhri, dalam ajang AFF Indonesia juga berkesempatan menjadi tuan rumah jadi sangat disayangkan apabila dibatalkan.

Seperti diketahui, timnas U-16 akan menjalani AFF U-16 Championship 2015 pada 27 Juli sampai 9 Agustus 2015 di Solo, Jawa Tengah. Sedangkan timnas U-19 akan menjalani AFF U-19 Championship 2015 pada 22 Agustus sampai 4 September 2015 di Sidoarjoan Jawa Timur.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi telah memberikan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) karena dinilai telah melanggar statuta FIFA.

"Dengan segala hormat, kami menyampaikan bahwa Komite Eksekutif FIFA telah memutuskan, sesuai dengan Statuta FIFA pasal 14 ayat 1 bahwa PSSI telah disanksi dengan efek yang sesegera mungkin dan berlaku sampai PSSI dapat memenuhi Statuta FIFA pasal 13 dan 17," demikian seperti dikutip surat FIFA kepada PSSI.[wid]


Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA