Andry Sutoyo yang turun dengan Julietta, serta Danny yang berduet dengan La Serena, sama-sama tersisih dari arena persaingan setelah kuda masing-masing melakukan dua penolakan. Ikut tereliminasi bersama mereka, William 'Sunsun' Sunjaya, juga karena penolakan dari Delight B. Perlombaan kelas 105 cm dibagi atas dua kategori, yakni 105 cm Young Horse, atau kuda-kuda muda maksimal berusia enam tahun, dan 105 cm open atau terbuka.
Untuk 105 cm YH, gelar juara direbut Agung Riyanto dari Dewa Brata Pamulang Stable yang membesut Contes. Agung kembali mengungguli
rider pelatnas, Putri Hamidjojo. Ini merupakan gelar kedua bagi Agung Riyanto setelah sukses menjadi yang terbaik di kelas 110 cm.
"Saya juga tidak mengerti mengapa kuda saya seperti itu. Dan itu dialami oleh kuda-kuda lainnya.Tapi itu bukan alasan buat saya, saya tetap akan berusaha memperbaiki apa yang sudah saya alami," ujar Dani.
Hal yang sama akan dikatakan oleh Andry, apalagi SEA Games sudah semakin dekat.'
"Saya harap ini bukan ujicoba terakhir buat kami. Apalagi di
event kali ini hanya kami berdua yang turun," jelasnya.
Keduanya yakin di Singapura nanti cabang berkuda bakal menyumbangkan medali emas bagi kontingan SEA Games Indonesia.
"Minimal dua emas bakal kita raih," ucapnya yakin.
Di 105 cm terbuka, gelar juara juga direbut oleh rider yang di atas kertas kurang diunggulkan, yakni Marisha Sukismita dari Trijaya Equestrian Center. Marisha yang menunggang Fabiene mengungguli beberapa
rider tangguh, ternasuk duet andalan UBL Stable, Albert Pelelau dan Ferry Agustian, yang masing-masing berada di urutan dua dan tiga.
Pada dua kelas yang dilombakan sebelumnya, yakni 80 cm yunior dan 80 cm terbuka, prestasi terbaik dicatat Natasha Herjawan dari JPEC Sentul dan Ersan Ramadhan, yang turun dengan bendera Aragon-Unit Berkuda UGM. Ersan adalah anak kedua dari Ir.HM.Munawir, Ketua Pengprov Pordasi Jateng sekaligus pemilik Tombo Ati Stable, Yogyakarta.
[wid]
BERITA TERKAIT: