Jendry dan Adi mengungguli
rider pelatnas SEA Games XXVIII-2015 Singapura, Putri Hamidjojo. Adik kandung mantan
rider nasional Ardy Hapsoro Hamidjojo itu masih beruntung membayangi di urutan ke-3, Jendry Palandeng mencatat waktu terbaik dengan APM Wadecky, sementara Adi Katompo bersama APM Curd.
"Saya sudah sering latihan juga dengan APM Curd," ujar Adi Katompo yang lebih terkenal dengan duetnya bersama APM Nastello.
Sehari sebelumnya, Adi Katompo harus menyerah pada Brayen Brata Coolen di persaingan kelas 130 cm. Di kelas 130 cm
open yang dilombakan Minggu sore, Adi Katompo sebenarnya tampil dengan dua kuda, yakni APM Curd dan APM Nastello. Namun, duetnya bersama APM Nastello hanya menempatkannya di posisi ke-4.
Sukses APM.
Sementara itu, APM Equestrian Centre meraih sukses ganda pada APM Charity Show 2015 ini. Selain sukses menjadi penyelenggara, APM juga menempatkan beberapa rider dan kudanya di persiangan kelas-kelas bergengsi. Presiden of Event APM Charity Show Nadia Marciano mengaku pihaknya harus jatuh bangun untuk menyukseskan gelaran ini. Hal itu tidak lepas dengan status ganda menjadi panitia dan peserta.
"Berat juga harus tugas ganda. Tapi kerja keras kami terbayar lunas. Meski APM gagal mendominasi kejuaraan seperti yang dilakukan saat Jabar Open lalu, tapi hasil yang kami raih di APM Classic ini sudah cukup membanggakan. Hanya memang kurang beruntung di beberapa kelas kejuaraan," tutur Nadia.
Hal senada diungkapkan Event Director, Adi Katompo. Rider yang biasanya turun di kelas-kelas tinggi ini, mengaku persiapan untuk kejuaraan ini sudah sangat baik. Namun ia mengaku ada beberapa hal yang perlu disempurnakan lagi.
"Persiapan cukup matang. Untuk hasil di APM Charity ini sudah cukup baik, tapi memang belum maksimal," imbuh Adi.
Harapan Nadia terkabulkan. Selang setengah jam kemudian ia tampil baik bersama APM Serafina untuk menempati posisi kedua di kelas 120 cm itu. Pencapaian waktunya di kelas 120 cm ini hanya sedikit di bawah Agung Riyanto, namun masih lebih baik dari Raymen Kaunang.
Nadia Marciano semula mendaftar di empat
entries, yakni 110 cm terbuka, 120 cm terbuka, serta 120 cm dan 130 cm. Pada Sabtu (25/4), di 110 open yang dijuarai Agung Riyanto ia hanya menempati urutan ke-6. Namun, APM Serafina melakukan lebih banyak kesalahan di kelas 120 cm open sehingga posisinya tidak lebih baik. Pada Minggu, setelah tampil baik bersama Serafina untuk menempati posisi '
runner-up' di kelas 120 cm, Nadia kemudian memutuskan tidak turun di kelas 130 cm.
[wid]