Ajang yang didukung federasi balap sepeda internasional (UCI) tersebut hanya melombakan nomor BMX. Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari mengatakan, sebenarnya semua negara Asia Tenggara diundang untuk meramaikan kejuaraan tersebut. Namun hingga Jumat kemarin, baru empat negara yang sudah konfirmasi, yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia dan Thailand.
"Kami inginnya semua negara ASEAN ikut, tapi baru empat yang konfirmasi. Mungkin ini program baru, sehingga perlu komunikasi lebih lanjut dengan negara-negara lain," ujar Raja Sapta Oktohari di Jakarta.
Menurut Okto, ajang ASEAN Cup digelar untuk menaikkan poin para pembalap negara-negara Asia Tenggara. Dia mengaku sedih lantaran setiap kali ada Olimpiade maupun kejuaraan dunia lain, hanya negara Asia Timur yang lolos, seperti Korea Selatan, Jepang dan Tiongkok. Sedangkan negara ASEAN jarang mengirim wakilnya.
"Mengapa rider Korsel, Jepang dan Tiongkok sering masuk putaran final Olimpiade? Karena mereka lebih rutin mengikuti kejuaraan sehingga membuat poin negara banyak," terangnya.
Okto berharap ajang tersebut bisa digelar empat kali dalam satu tahun dengan berpindah-pindah negara. "Kita berkepentingan menambah poin. Saya sudah bilang ke UCI dan teman-teman di ASEAN bahwa kejuaraan ini sangat penting," imbuhnya.
Pada bagian lain, Okto tak akan menggubris masalah sengketa organisasi yang masih dipersoalkan PB ISSI pimpinan Edmound Simorangkir. Menurut dia, pihaknya akan fokus pada peningkatan prestasi atlet dan kualitas pelatih.
"Kita akan fokus ke itu. Kalau ada yang klaim terhadap PB ISSI, kita anggap itu orang yang peduli pada balap sepeda. Maka mereka akan kami ajak bergabung," jelasnya.
Selain itu, selama memimpin PB ISSI, Okto akan kembali mengaktifkan Tour de ISSI dan Tour de Indonesia. Kejuaraan tersebut sempat vakum lantaran induk organisasi balap sepeda dilanda dualisme kepengurusan sejak tiga tahun lalu.
"Untuk Tour de ISSI akan kami kemas dalam bentuk Pra-PON tahun ini. Sedangkan Tour de Indonesia mudah-mudahan tahun depan bisa diselenggarakan," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: