Menurut Ketua Umum PB Percasi Hashim Djojohadikusumo, dengan memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada olahragawan muda untuk membangun pengalaman internasional, secara tidak langsung mengembangkan olahraga di Tanah Air. "Hal itu juga penting agar pecatur tidak mudah puas dengan prestasi yang diraihnya," kata Hashim di Jakarta.
Ia juga mengatakan, jika pecatur sudah memiliki sikap yang mudah puas, akan menjadi hambatan untuk meraih prestasi. Sebelum ini, para pelajar Indonesia sukses menjadi juara umum Kejuaraan Catur Pelajar Dunia Ke 10 di Juiz de For a City Brazil, 25 November-4 Desember.
Hashim mengaku bangga dengan prestasi tim yang berhasil meraih empat medali emas, tiga medali perak dan satu perunggu dalam kejuaraan catur yang diikuti 27 negara.
"Pembinaan sejak kecil sangat diperlukan untuk membentuk pecatur-pecatur andal," katanya.
Selain itu, latihan fisik juga diperlukan karena pertandingan catur memerlukan waktu sekitar lima jam setiap harinya. Dalam satu turnamen terdapat 11 hari pertandingan. Peraih medali akan dikirim dalam kejuaraan dunia di kategori pemuda di Yunani dan junior di Rusia pada 2015. Mereka tidak perlu lagi diseleksi.
[wid]
BERITA TERKAIT: