Demikian dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNÂN) Anang Iskandar di Jakarta, keÂmarin. Menurut Anang, seÂorang atlet yang berprestasi miÂsalnya juara di kancah internaÂsional dapat dijadikan duta demi menyelamatkan atau mencegah penyalah gunaan narkoba.
Atlet tersebut dapat menjadi teladang dengan mencegah dan memproteksi diri dan lingkuÂnganÂnya dari bahaya narkoba. Dia juga dapat memotivasi peÂnyaÂlah guna narkoba yang menÂjalani rehabilitasi,†katanya di seÂla-sela jalan sehat bertema PahÂlawan Bersinar 2014 Hidup SeÂhat Tanpa Narkoba.
Menurutnya, jika hal ini teÂrealisir, tentu Sang Atlet memiÂliki nilai heroisme yang humaÂnis, karena ada unsur penyeÂlaÂmatan pada sesama manusia yaÂitu para penyalahguna narkoba. Dengan berolahraga dan berÂpresÂtasi, maÂka kaum muda dapat menghindari barang terlarang tersÂebut.
Hal senada diamini Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Kendati demikian dia juga menyesalkan adanya seÂorang atlet sepak bola yang terÂkeÂna narkoba justru saat mengÂgeluti olah raga di luar negeri. Untung orangnya sudah bertoÂbat, dan kini jadi inspirasi bagi anak muda dan jadi modal dasar untuk membaÂngun negara,†kata Nahrawi.
Sementara itu, Desita, seorang Duta Kampus Anti Narkoba dari BiÂna Nusantara, mengatakan, peÂran anak muda sangat dibutuhÂkan untuk menjadi agen peruÂbaÂhan terutama dalam mengubah paradigma tentang penyalah guÂna narkoba.
Para penyalah guna narkoba sebaiknya jangan dipenjarakan karena mereka hanyalah korban, rehabilitasi adalah pilihan terÂbaik untuk mereka,†ujar Desita.
Kegiatan jalan sehat yang diÂgelar BNN di Monas ini juga diÂhadiri sejumlah pejabat penting dari jajaran Polri, Kemenkes, KeÂmensos, Kemenpora dan PemÂda DKI Jakarta serta tokoh masyarakat pegiat anti narkoba dari sejumlah LSM. ***
BERITA TERKAIT: