Walaupun dengan jelas rekaman memperlihatkan Chaves memiting leher lalu membanting lawannya, tapi dia ngotot merasa tak bersalah. Mantan juara interim kelas welter WBA itu kemarin kembali menjelaskan kepada media bahwa dia tidak tahu apa yang menyebabkannya didiskualifikasi oleh wasit.
Chaves didiskualifikasi pada ronde kesembilan saat waktu masih berjalan 1:26, dan sang lawan Brandon Rios langsung dinyatakan sebagai pemenang. Ketika pertarungan dihentikan, satu hakim memberi kemenangan 75-74 buat Rios, sementara dua hakim lainnya memenangkan Chaves 75-74. Menurutnya, keputusan ini tidak mendasar dan dia meminta segera dilangsungkan pertarungan ulang. “Benar saya tidak mengerti. Saya hanya melakukan permainan normal. Semua menjadi saksi selama delapan ronde kami berjuang,†katanya dikutip
EastsideBoxing.com.Drakulich menghukum Chaves dengan memotong poin di ronde ketiga karena memegang lawannya. Namun, dia juga menghukum Rios karena berlebihan merangkul Chaves di ronde lima. Chaves yang sebenarnya tampak unggul dari lawannya mendapat peringatan kembali karena menutupi wajah Rios dengan sarung tinju di ronde delapan. Chaves juga melakukan piting leher Rios sampai membanting kepala lawannya itu ke lantai ring. Setelah itu Chaves dianggap bersalah karena memegang lengan Rios yang diduga akan melakukan piting kembali.
Akhirnya, Drakulich terpaksa menghentikan pertarungan dan memberi kemenangan diskualifikasi ke pada Rios pada ronde sembilan.
Petinju asal Argentina itu mengaku berhasil menghajar Rios selama pertarungan berlangsung, dan merasa menang angka.
Dalam pandangannya, diskualifikasi yang diterimanya itu sangat tidak tepat. Tidak ada kata lain untuk membuktikan ketangguhan dirinya dan Rios selain digelar rematch. Chaves masih menantikan tanggapan Brandon atas pernyataan duel ulang ini. “Saya butuh wasit berbeda, karena ini adalah aib. Saya akan melawan Brandon di mana saja seperti yang dia inginkan. Saya tidak takut meski duel harus berlangsung di rumahnya.†***
BERITA TERKAIT: