Di atas kertas, Lee/Tsai jelas leÂbih berpengalaman dan lebih diÂjagokan. Lee/Tsai yang kerap meÂnyulitkan ganda nomor satu InÂdonesia, Hendra Setiawan/MoÂhammad Ahsan, merupakan pasangan rangking enam dunia. Sedangkan Wahyu/Ade saat ini duduk di rangking 32 dunia.
“Kami awalnya mencoba berÂmain lepas, yang penting bolaÂnya masuk dulu ke pertahanan laÂwan. Kami bermain lebih beraÂni di depan net, karena kalau meÂngikuti irama lawan,tangan kami kalah kuat dengan mereka,†ujar Wahyu dikutip situs
PBSI.
Kemenangan di babak pertaÂma mengantarkan pasangan non ungÂgulan tersebut ke babak keÂdua turnamen berhadiah total 200 ribu Dolar AS ini. Di babak 16 besar, Wahyu/Ade akan berÂhaÂdapan dengan ganda MalayÂsia, Chow Pak Chuu/Mak Hee Chun yang merupakan pasangan rangking 108 dunia.
Selain ganda di partai tunggal, Anthony Sinisuka Ginting, juga unjuk gigi dengan menyingkirÂkan unggulan keenam yang juga wakil tuan rumah, Chou Tien Chen, 18-21, 21-17, 21-18.
Sedangkan ganda putra Berry Angriawan/Ricky Karanda SuÂwarÂdi pulang lebih awal usai diÂtekuk ganda Thailand, Trawut Potieng/Watchara Buranakuea leÂwat dua gim langsung 18-21, 10- 21 di babak 32 besar, kemarin.
Sampai saat ini belum diteÂmuÂkan penyebabnya apakah karena sedang dibekap cidera ataukah memang keduanya sedang
under perform sehingga kalah begitu menyesakkan dari ganda putra yang tak punya prestasi tersebut.
Sebelumnya, Berry/Ricky ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istirani/Gebby Ristiyani Imawan sudah lebih dulu pulang ke tanah air dengan tangan hampa. Ganda putri Pelatnas PBSI ini terpaksa mengakui keunggulan ganda puÂtri China Yu Yang/Wang Xiaoli dua set langsung 14-21, 8-21.
Menghadapi pasangan China yang juga juara World ChampionÂship tahun 2013 ini, InÂdonesia tamÂpil dibawah tekaÂnan. HaÂnya butuh waktu 26 menit saja baÂgi keduanya untuk bisa mengÂhanÂcurkan MahaÂdewi/GebÂby. ***
BERITA TERKAIT: