Pria Nyaris Buta Ini Butuh Biaya Berobat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 26 Mei 2014, 12:48 WIB
Pria Nyaris Buta Ini Butuh Biaya Berobat
foto:hadi wijaya
rmol news logo Sudah puluhan tahun, Efendi (52) menderita pada indera penglihatannya. Ia nyaris buta.

"Kalau lihat orang samar-samar, cuma dengar suara saja," tutur warga Kalideres RT 05/01 Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat ini.

Meski pasrah, ia tetap berharap ada uluran tangan dermawan yang bersedia membiayainya untuk operasi mata. Paling tidak, ada perhatian dari Pemprov DKI Jakarta.

Sebab untuk makan sehari-hari saja, ia mengaku kesulitan. Duit hasil berjualan hasil bercocok tanaman singkong ternyata tidak mencukupi untuk menafkahi istrinya, Muhaya (50) dan juga putri semata wayang (14), yang kini masih di bangku SLTP kelas satu.

"Boro-boro mau berobat operasi mata, hasil dari jualan daun singkong ini saja tidak cukup buat makan sehari-hari," ungkap pria yang akrab disapa Ayong ketika berbincang di lahan kosong samping terminal Kalideres.

Jika lagi laku, uang hasil berjualan daun singkong yang dikantonginya Rp 10 ribu dalam sehari.

"Dan itu nggak pasti. Buat makan aja kadang ada aja yang ngasih," sambungnya.

Ia pun pikir-pikir jika harus mengikuti program Kartu Jakarta Sehat atau berobat dari Pemprov DKI Jakarta.

"Itu dia permasalahannya, kita kan kalau ke Puskesmas butuh uang buat biaya transportasinya. Bisa makan aja kita bersyukur. Kita aja masih numpang," katanya blak-blakan.[wid]


Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA