"Kalau lihat orang samar-samar, cuma dengar suara saja," tutur warga Kalideres RT 05/01 Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat ini.
Meski pasrah, ia tetap berharap ada uluran tangan dermawan yang bersedia membiayainya untuk operasi mata. Paling tidak, ada perhatian dari Pemprov DKI Jakarta.
Sebab untuk makan sehari-hari saja, ia mengaku kesulitan. Duit hasil berjualan hasil bercocok tanaman singkong ternyata tidak mencukupi untuk menafkahi istrinya, Muhaya (50) dan juga putri semata wayang (14), yang kini masih di bangku SLTP kelas satu.
"
Boro-boro mau berobat operasi mata, hasil dari jualan daun singkong ini saja tidak cukup buat makan sehari-hari," ungkap pria yang akrab disapa Ayong ketika berbincang di lahan kosong samping terminal Kalideres.
Jika lagi laku, uang hasil berjualan daun singkong yang dikantonginya Rp 10 ribu dalam sehari.
"Dan itu nggak pasti. Buat makan
aja kadang ada
aja yang ngasih," sambungnya.
Ia pun pikir-pikir jika harus mengikuti program Kartu Jakarta Sehat atau berobat dari Pemprov DKI Jakarta.
"Itu dia permasalahannya, kita
kan kalau ke Puskesmas butuh uang buat biaya transportasinya. Bisa makan
aja kita bersyukur. Kita
aja masih numpang," katanya blak-blakan.
[wid]
BACA JUGA: