"Kami dari Polri menyampaikan terimakasih baik pihak sekolah maupun instansi terkait lainnya, sehingga pelaksanaan UN dapat tertib dan lancar," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar (Kombes) Agus Rianto di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (17/4).
Tak hanya itu, siswa tersangkut perkara pedana tetap diberi kesempatan mengikuti UN.
"Teknis koordinasi oleh pihak sekolah, kepolisian, dan instansi lain karena ada beberapa siswa yang dalam penanganan di kejaksaan. Di sekolah dikawal aparat, ada yang di kantor kepolisian, juga kita menyiapkan waktu untuk mereka belajar di malam hari," jelas perwira melati tiga itu.
Namun begitu, Polri menyesalkan adanya aksi konvoi di jalanan yang dilakukan para siswa peserta UN. Ditemukan juga ada siswa yang membawa senjata tajam. Padahal, hasil UN belum diumumkan.
"Kita prihatin ada beberapa di antara mereka melampiaskan kegembiraan dan melanggar ketentuan perundangan antara lain melakukan konvoi dan berakibat lantas, tidak pakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, dan ada yang terlibat tawuran, ini kita sayangkan," paparnya.
Hingga kini, sambung Agus, siswa yang melanggar aturan pidana berada di wilayah Jakarta, Medan dan Jawa Timur.
"Kita masih menunggu info di wilayah lain," pungkasnya
.[wid]
BACA JUGA: