Jokowi yang hendak meninggalkan Balaikota sempat berpapasan dengan para pendemo.
"Kapan kami diangkat jadi PNS pak? Kami sudah menunggu bertahun-tahun," tanya koordinator guru bantu, Elis Sukmawati kepada Jokowi yang tetap berada di dalam mobil dinasnya.
Jokowi pun menjawab bahwa kedatangan mereka salah alamat. Menurut dia, yang berhak menaikkan status guru dari honorer menjadi PNS ada di tangan Kementerian Pemdayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi.
"Kok demonya ke sini
toh? Itu kewenangannya ada di MenPAN atau di saya sih? Di MenPAN itu," sahut Jokowi.
Sontan, jawaban Jokowi itu langsung ditanggapi beberapa pendemo dengan nada kampanye.
"Kami ini bukan berdemo untuk bapak. Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Kami mendukung 100 persen bapak jadi presiden. Kami akan buat petisi untuk mendukung," ucap Elis yang langsung direspon Jokowi dengan senyuman.
Namun tetap saja Jokowi bergeming tak jua turun dari mobil dinasnya. Meski, salah seorang pendemo terus meneriakinya untuk turun.
"Turun
dong pak, temui kami. Jangan di mobil saja," lantang pendemo.
Akhirnya setelah didesak, Jokowi pun bersedia turun dan langsung meminta stafnya untuk menghubungi KemenPAN. Usai menelepon, Jokowi langsung pamit berangkat blusukan dengan membawa map berisi dukungan guru honorer terhadap pencapresan kader PDI Perjuangan tersebut.
[wid]
BACA JUGA: