Kesuksesan itu merupakan prestasi perdana mereka di tahun kuda. Bagi Djokovic, ini adalah kali pertama menjuarai turnamen Indian Wells tanpa memenangi Australian Open (Australia Terbuka) lebih dahulu seperti pada 2008 dan 2011. Gelar ini juga jadi yang pertama didapat Djokovic pada 2014.
Sedangkan, bagi Pennetta, titel ini juga menjadi yang pertama dalam empat tahun terakhir, sekaligus gelar yang ke-10 di nomor tunggal di sepanjang kariernya.
Djoker sapaan Djokovic membuat Roger Federer terperosok lewat tiga set 3-6 6-3 7-6, pada partai puncak di BNP Paribas Open Indian Wells 2014, kemarin pagi, WIB.
“Hari ini sangat berkesan karena saya merasakan momen pertandingan yang luar biasa. Ini sebuah pertandingan yang amat berat,†kata Djokovic dikutip
ESPN.Mengawali set pertama yang berjalan 31 menit petenis asal Serbia itu bermain grogi. Itu terlihat saat dia kecolongan pada set pertama. Poin terus digenggam Fed-Ex julukan Federer, hingga kemenangan dipetiknya dengan skor akhir 3-6.
Djokovic berusaha bangkit pada set kedua, hingga pertandingan berdurasi 40 menit ini menjadi sengit. Dua petenis dunia itu kejar mengejar poin hingga smash keras Djoker terus mendominasi dan serangan Federer banyak dipatahkan hingga skor 6-3.
Pada set ketiga, Djoker dan Fed-Ex mempertahankan servis masing-masing. Mereka mendapat skor imbang. Tapi bola panas Federer mampu dihalau Djokovic dan pada skor 5-5 memaksakan tiebreak. Federer lebih dulu mengubah kedudukan, tapi Djokovic menyusul dan menutupnya dengan 7-6.
Ini merupakan kekalahan pertama Federer di final Indian Wells. Sebelumnya dia menang empat kali. Meski begitu, Federer tetap yakin, karirnya di dunia tenis belum selesai.
“Banyak pihak pesimis saya tidak bisa bersaing lagi. Jadi saya hanya fokus pada permainan sendiri dan yang terpenting sekarang adalah saya masih mempunyai motivasi,†kata Federer.
Sementara kemenangan Flavia Pennetta diraih usai mengandaskan melawan unggulan kedua, Agnieszka Radwanska dua set langsung 6-2, 6-2 dalam durasi satu jam 13 menit.
Kemenangan Flavia Pennetta cukup dipengaruhi faktor keberuntungan, karena sang lawan didera cedera lutut. Alhasil, walau bukan unggulan, Pennetta lebih mudah memetik kemenangan. Penneta akan naik dari peringkat 21 ke peringkat 12. Dia pernah berada di peringkat 10 dunia pada 2009.
“Saya sangat menikmati pertandingan ini. Jujur saya telah bertahun-tahun latihan keras, ini adalah momen terbaik,†kata Pennetta dikutip
Yahoo Sports.Sedangkan Radwanska merasa sedih, cedera yang dideritanya itu membuat pertandingannya makin terasa berat. Dia nyaris tidak bisa bermain sama sekali.
“Kalah jelas mengecewakan, tapi saya mendapatkan pekan hebat melawan pemain bagus seperti Flavia,†kata Radwanska. ***
BERITA TERKAIT: