Massa yang tergabung dalam Gerakan Menutup Aurat Indonesia (GEMAR) itu menggelar aksi kampanye Gerakan Menutup Aurat Internasional di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (16/2) pagi.
"Aksi ini untuk membuat masyarakat kita terutama perempuan bahwa jilbab itu kewajiban agama," ujar koordinator aksi, Umar kepada
Rakyat Merdeka Online di sela aksinya.
Umar menekankan, sudah seharusnya seorang muslimah memakai jilbab. Aksi ini juga bertujuan untuk menolak perayaan hari kasih sayang alias Valentine's Day yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Perayaan hari Valentine dinilai tidak sesuai dengan ajaran dan prinsip agama Islam karena adanya penyimpangan dalam pergaulan bebas antara kaum laki-laki dan kaum perempuan. Lewat aksi ini, lanjut Umar, pihaknya ingin mengingatkan kalangan remaja agar tidak terjebak dalam perayaan hari Valentine.
Aksi tersebut diikuti oleh berbagai kelompok hijabers seperti Teachers Working Group, Indonesia Tanpa JIL, Hijabers Tanpa JIL, Hijabers Community, Hijabographic, Peduli Jilbab dan beberapa golongan pendukung hijab lainnya.
Massa yang didominasi kaum perempuan berhijab itu berkumpul dan menyanyikan lagu kampanye menutup aurat setelah melakukan long march dari IRTI Monumen Nasional menuju Bundaran HI dan kembali ke titik start. Mereka membawa dua spanduk besar bertuliskan "Yuk tutup auratmu! Jilbab adalah Bukti Takwa, Supaya Allah Makin Cinta dan belasan spanduk kecil bertuliskan kalimat senada seperti "Keep Calm and Love Your Hijab".
Aksi massa hijabers dimulai sekitar pukul 8.45 WIB hingga sekitar pukul 9.30 WIB. Aksi berjalan damai dan kondusif, meski tanpa pengawalan dari petugas kepolisian.
[wid]
BACA JUGA: