Begitu pandangan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi kepada wartawan saat mengunjungi pengungsi banjir di Kampus Binawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/1).
"Pemda jangan sampai lengah, anak-anak sangat rentan alami trauma atau stress pasca bencana, termasuk banjir. Kalau tidak ditangani serius anak bisa terganggu kejiwaannya. Anak bisa agresif, depresi dan putus asa," terang psikolog anak ini.
Posko trauma center, menurut Seto, sangat vital keberadannya di tempat pengungsian. Mendongeng atau memancing anak untuk bercerita diperlukan mengobati kesedihan anak-anak yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah atau bermain.
Lebih lanjut, Seto mengatakan bahwa pemerintah juga masih kurang memperhatikan makanan untuk anak-anak. Anak malah dibiarkan untuk ikut mengantri ambil sembako dan sumbangan lainnya.
"Memang bajir di Jakarta tidak separah bencana di Sinabung atau gintung tapi Jakarta banjirnya terus menerus. Belum lagi anak dihadapkan saat orag tua mereka kehilangan pekerjaan. Jadi pemerintah harus beri perhatian khusus pada anak yang jadi korban bencana," tekan Seto.
Ia sangat berharap pemerintah dapat menjalin kerja sama serius dengan LSM atau pejuang dan relawan anak untuk posko trauma
healing, terpenting pula dalam hal ini orang tua dan pihak sekolah untuk mempehatikan pendidikan anak.
[wid]
BACA JUGA: