Simon gagal menembus semifinal Korea Open Super Series dan Malaysia Open Super Series Premier 2014. Setelah mundur, Simon memilih berlatih di luar pelatnas.
Di awal tahun ini, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Rexy Mainaky sudah mewanti-wanti, performa Simon akan dipantau di dua turnamen tersebut.
“Walaupun Simon sudah tidak bergabung dengan pelatnas, namun dia masih akan melanjutkan kariernya di dunia bulutangkis. PBSI tetap membuka pintu bagi Simon jika membutuhkan sparring di Cipayung,†kata Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto kepada
badmintonindonesia.org.
Simon bergabung dengan Pelatnas Cipayung di tahun 2002. Pebulutangkis 28 tahun itu pernah menduduki peringkat tiga dunia.
Dia telah menyumbangkan medali emas bagi kontingen Merah-Putih di ajang SEA Games 2011 di Indonesia serta SEA Games 2009 di Laos.
Selain itu Simon juga berhasil naik podium juara di ajang Denmark Open Super Series 2009, Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012, Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 serta Prim-A Kejurnas PBSI 2013.
Prestasi Simon sempat menurun setelah divonis menderita penyakit gondongan pada akhir tahun 2012.
Ia pun harus absen di sejumlah turnamen. Akibatnya, peringkatnya menurun drastis dan terlempar dari jajaran 100 besar dunia.
Simon mencoba bangkit dan kembali mengayunkan raket. Sayang, cedera pinggang datang menghantuinya dan membuat Simon batal berlaga mempertahankan gelar di ajang Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013. ***
BERITA TERKAIT: