Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan selaku Ketua BKSP Jabodetabekpunjur dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Harapan ini diamini Direktur Jenderal Pengairan dan Sumber Daya Air pada Kementerian PU Muhammad Hasan.
Rapat penanggulangan BKSP dengan Kementerian PU digelar hari ini (Senin, 20/1) di Posko Pemantauan Banjir Ciliwung, Bendung Katulampa, Kota Bogor.
Pembahasan banjir Jakarta yang selalu menjadi topik utama pemberitaan setiap tahun, digelar di ruang sempit Kantor Penjaga Bendung Katulampa. Selain Dirjen dan Gubernur, hadir pejabat teknik tiga provinsi (Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten) dan Kementerian PU. Di tingkat kabupaten/kota, turut terlibat dalam rapat Bupati Bogor, Rachmat Yasin.
"Hari ini harus selesai," ujar Gubernur Jokowi.
Menanggapi penegasan Jokowi, Ketua BKSP Heryawan pun mengiyakan. Menurut Aher, sapaan Heryawan, mulai besok aksi nyata sudah bisa dilakukan.
"Bukan berwacana lagi," tandas Aher.
Rapat dimulai sekitar pukul 10:30 WIB. Hingga berita ini diturunkan, pembahasan banjir yang menenggelamkan sebagian besar wilayah Jakarta, khususnya, masih berlangsung tertutup. Salah satu pokok bahasan utama dalam rapat yakni pelaksanaan pembangunan waduk raksasa di Ciawi, Kabupaten Bogor, yang selama ini sebatas rencana saja. Waduk ini diperhitungkan mampu mengurangi gelontoran air Sungai Ciliwung ke Jakarta saat musim hujan.
Heryawan dan Jokowi berharap, pembangunan Waduk Ciawi benar-benar akan dimulai pada 2015. Proyek ini ditaksir menelan biaya tak kurang Rp1,9 triliun dan membutuhkan waktu pengerjaan sekitar tiga tahun
.[wid]
BACA JUGA: