Di Korea, perlawanan Simon dihentikan Cheng Long yang merupakan unggulan kedua asal China, 11-21, 12-21. Begitu pula di turnamen level Premier yang digelar di Stadion Putra, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Pemain negeri Tirai Bambu, Gao Huan, lagi-lagi menjadi penghalang pemain tunggal putra rangking 67 dunia ini, lewat pertarungan rubber game, 21-14, 22-24, 19-21 dalam durasi 80 menit.
“Pada saat match point, saya bermain kurang tenang. Sebetulnya lawan tidak terlalu berbahaya, tetapi mainnya cukup rapi,†jelas Simon di Badmintonindonesia.org, kemarin.
Seperti diketahui, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Rexy Mainaky, sempat menargetkan Simon untuk menembus babak semifinal dua turnamen super series tersebut. Jika gagal, maka konsekuensinya Simon harus angkat koper dari Pelatnas Cipayung.
“Saya harus berkomitmen dengan omongan saya,†kata Rexy. “Sekembalinya Simon ke Jakarta, kami akan duduk bersama dan berbicara dengan dia untuk memberitahukan hal ini, bahwa apa yang kami harapkan tidak tercapai,†sambung mantan pemain ganda putra terbaik dunia ini.
Sementara Simon yang pernah menduduki peringkat tiga dunia dan menjadi juara di Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012, mengaku siap menerima apapun keputusan PBSI sebagai konsekuensi. ***
BERITA TERKAIT: