Demikian dikatakan Vinky saat kembali ke tanah air, Rabu petang (11/12). Vinky (24) semula diproyeksikan bertarung di kelas 64 kg. Namun belakangan dia dicoret dan digantikan Erico Amanpuyo yang notabene selalu kalah dari dirinya dalam tiga kali pertemuan.
Menurutnya, sejak awal seleknas di Kuba 4 September-12 Oktober lalu, Manajer Tinju Indonesia Martinez Dos Santos sempat menyatakan tolak ukur seleksi adalah data latihan, VO2 Max maupun prestasi selama pelatnas.
“Saya kecewa dikalahkan lewat seleksi yang tidak fair, bukannya lewat pertarungan di atas ring. Padahal, performa saya sangat prima dan lebih baik dari Erico,†katanya.
Pelatih Vinky dari sasana Amphibi Jakarta, Husni Ray pun mempertanyakan putusan Pertina. Padahal VO2 Max petinjunya 5,7 dan sudah memenuhi syarat masuk tim inti. Erico pun dikalahkan Vinky di Sarung Tinju Emas 2012, PON Riau 2012 dan Piala Wakil Presiden 2013.
“Dengan parameter seperti ini, saya mempertanyakan keputusan Pertina mencoret Vinky. Ini merupakan preseden buruk bagi tinju nasional,†kata Husni.
Pertina belakangan merubah keputusan seleksi. Pada 2 Desember, Pertina menyatakan seleksi akan dilakukan dengan cara voting dari 17 suara gabungan dari pelatih dan pemain.
“Tadinya voting itu hanya untuk ajang minta pendapat dari anggota pelatnas untuk memberi masukan pada Pertina, dengan catatan prestasi pemain dan kondisi fisik terakhir jadi prioritas penentuan pemain. Hari Minggu (8/12) pelatih kepala tim Indonesia asal Kuba Ernesto Moreno malah menyatakan voting itu jadi putusan final, yang isinya 12 memilih Erico, saya 3 suara dan dua suara abstain,†kata Vinky yang kemudian kecewa dan langsung pulang ke Indonesia.
[rus]
BERITA TERKAIT: