Sumbangan kali ini hasil dari jerih payah Thalia Lovita Sosrodjojo dan Natalie Chriselda Tanasa yang sukses merebut medali perunggu di nomor women’s duilian.
“Saya bangga bisa ikut mewakili Indonesia di SEA Games dan bisa meraih medali perunggu,†kata Thalia.
Serupa dengan kawannya, Natalie pun mengaku bahagia bisa mendapatkan medali hasil kerja samanya. “Saya sangat senang karena ini SEA Games pertama buat kami berdua,†kata Natalie Chriselda usai menerima medali di Wunna Theikdi Indoor Stadium,
Nay Pyi Taw, kemarin.
Duet Natalie-Thalia sebenarnya cukup apik. Keduanya “bertarung†dengan tangan kosong, dengan gerak yang cepat dan kompak. Namun juri hanya memberi poin 9,50.
Mereka kalah dari pasangan Singapura, Ling En Valerie-Yang Ning Vera, yang meraih poin 9,63 dan diganjar medali emas. Mereka mengalahkan pasangan tuan rumah, Aint Mi Mi-Sandy Oo, yang meraih poin 9,53.
Di hari sebelumnya Thalia yang baru pertama berlaga di event terbesar se Asia Tenggara ini telah meraih dua perunggu dari nomor ChangQuan dan Qiangshu.
Sedangkan perunggu yang diraih Natalie-Thalia ini menjadi medali pamungkas yang diraih tim wushu Indonesia, karena setelah hari ini tak ada lagi nomor wushu yang dipertandingkan.
Tim wushu total menyumbang empat medali emas, tiga perak, dan enam perunggu. Torehan ini lebih sedikit dari perolehan medali mereka saat Sea Games di Jakarta dua tahun lalu. Saat itu mereka merebut delapan emas.
Meski demikian sang manajer tim wushu Indonesia, Eisen Gauw merasa puas.
“Memang targetnya segitu, sekarang atlet sudah mencapainya,†katanya
Sementara itu dari cabang olahraga Kano, tim putra Indonesia menyumbang dua medali perak dari nomor beregu 1000 meter melalui tim yang beranggotakan Gandie, Maizir Riyondra, Muchlis, dan Silo serta perseorangan 1000 meter melalui Spensstuber Mehue. ***
BERITA TERKAIT: