Dinas PU Segera Perlebar Sungai di Jaktim dan Jaksel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 11 November 2013, 19:11 WIB
Kecil Besar
rmol news logo Saluran penghubung air di Jakarta banyak yang tertutup oleh bangunan liar milik warga. Kondisi inilah yang berimbas pada genangan air di sejumlah titik Jakarta bila hujan turun dalam volume cukup deras.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, Manggas Rudy Siahaan saat ditemui di Balairung, Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

"Oh iya, itu banyak. Banyak juga yang alih fungsi tata ruangnya. Kemudian juga ada saluran-saluran yang barangkali kapasitasnya sudah berkurang. Makanya ini mau kami cek," ujar Manggas.

Manggas menerangkan, pertumbuhan penduduk ibukota yang tinggi menyebabkan tata ruang DKI berubah 100 persen. Banyak bangunan liar dan juga milik pengusaha berdiri tanpa mempedulikan esensi tata ruang. Bahkan ada yang dibangun di atas sungai.

"Nah harusnya sungai itu diperlebar, tetapi itu sekarang kondisinya sempit. Misalnya Kali Mampang, Kali Krukut dan Kali Grogol kan harusnya itu 20 meter, tetapi sekarang di lapangan ternyata banyak yang cuma tujuh meter dan kiri kanannya banyak bangunan liar," jelasnya.

Dinas PU sendiri saat ini fokus untuk penanganan banjir di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Ditargetkan, selesai pada Desember 2013 nanti.

"Ya masing-masing sudah ada progresnya. Kita percepat penanganan banjirnya sampai selesai ya," tuturnya.

Selain membongkar bangunan liar di sepanjang saluran penghubung, Dinas PU juga akan melakukan pengerukan sampah dan sedimen di sekitarnya. Bila volume daya tampung saluran penghubung ditambah, ia jamin wilayah tersebut dapat terhindar dari banjir dan genangan air. [wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA